Selasa 17 Apr 2018 02:12 WIB

Dua Lampion Ketupat Raksasa Sambut Ramadhan di Singkawang

Warga juga menyiapkan meriam karbit untuk menyambut Ramadhan.

Selongsong ketupat
Foto: ROL/Fakhtar K Lubis
Selongsong ketupat

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Warga Jalan Cempaka, Kelurahan Jawa, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, sedang membuat dua buah lampion ketupat raksasa untuk ornamen gapura menyambut bulan Ramadhan tahun ini.

Ketua RT-14 RW-05, Kelurahan Jawa, Kecamatan Singkawang Tengah, Junaidi, Senin (16/4) mengatakan, pembuatan lampion ketupat itu sudah berlangsung selama empat hari.

"Bahannya menggunakan bambu, rotan dan besi untuk kerangka ketupat, sedangkan pembungkusnya menggunakan kain satin sebanyak dua rol yang sudah dibentuk warna ketupat," katanya.

Agar bersinar khususnya pada malam hari, maka lampion ketupat itu akan dipasangi lampu dan dibentuk dengan lampu tembak. Junaidi mengungkapkan, lampion ketupat raksasa akan dibuat dua buah.

"Yang menggunakan bahan bambu dan rotan ini untuk kerangkanya dan pengerjaannnya sudah mencapai 40 persen, sedangkan yang satu lagi kami buat dengan besi ukuran 6 mm," ujarnya.

Kedua lampion ketupat akan dijadikan gapura gerbang Jalan Cempaka. Gagasan sampai dengan pendanaan lampion itu berasal dari swadaya masyarakat setempat untuk menyambut sekaligus memeriahkan bulan suci Ramadan.

Tak hanya itu, warga setempat juga akan menyiapkan meriam karbit. Meriam tradisional ini akan dibunyikan setiap menjelang buka puasa.

Sementara untuk lampu pelita atau colok yang biasa dipasang apabila memasuki tujuh likur (malam 27 bulan Ramadan), akan dipasang di sepanjang Jl Cempaka. "Biaya listriknya akan ditanggung masing-masing rumah," ungkapnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement