REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menggagas program satu desa satu hafidz Al-Quran di berbagai daerah di Provinsi Jawa Barat. Program ini untuk menciptakan 'Generasi Qurani' di provinsi berjumlah penduduk terbesar di Indonesia
Ia mengatakan, program satu desa satu hafidz Al-Quran tersebut berlaku khusus bagi mereka yang masih anak-anak dan remaja. Usia itu dipilih karena saat usia tersebut cukup mudah menerima hafalan Al-Quran.
"Mewujudkan satu desa satu hafidz bukan hal yang tidak mungkin, " katanya, dalam siaran pers yang diterima di Kabupaten Purwakarta, Sabtu (9/6).
Kuncinya, ia menerangkan, pada pembinaan dan motivasi sejak dini untuk anak-anak. Mereka diarahkan untuk menghafal Al-Quran sejak dini.
Seorang hafidz cilik nantinya akan dibiayai pendidikannya sampai perguruan tinggi. "Syaratnya, kalau sudah menjadi hafidz dan lulus perguruan tinggi, dia harus kembali ke desa dan mengajar Al-Quran," kata Dedi.
Dalam menjalankan program tersebut, para ustadz yang berada di desa-desa akan dilibatkan. Sebab, khazanah pengetahuan Islam bukan hanya terdapat pada "Ulumul Quran (Ilmu tentang Al-Quran).
Akan tetapi, penguasaan kitab kuning yang dimiliki para ustadz di desa-desa sangat dibutuhkan masyarakat Jawa Barat. Nantinya, para hafidz dan ustadz di desa-desa itu akan mendapatkan insentif dari Pemprov Jabar.
Insentif tersebut sebagai bentuk apresiasi pemerintah atas kiprah pemberdayaan umat yang mereka lakukan.