REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Fakultas Sains dan Tekhnologi (Saintek) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry menggelar kuliah umum mengenai pentingnya penanaman pohon. Kuliah umum yang diadakan di Auditorium Ali Hasjmy Darussalama, Banda Aceh, Rabu (20/9) itu menampilkan nara sumber Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (DAS-HL) Kemeterian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Dr Hilman Nugroho.
Seusai kuliah umum yang dihadiri oleh 800 mahasiswa UIN Ar-Raniry itu, Dirjen memberikan bibit pohon dan mengajak seluruh civitas akademika UIN Ar-Raniry untuk menyukseskan gerakan menanam masing-masing 25 pohon selama hidup.
Di sela-sela penanaman pohon di halaman Fakultas Saintek, Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr H Farid Wajdi Ibrahim MA menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada kementerian lingkungan hidup, khususnya Dirjen Pengendalian DAS-HL Hilman Nugroho yang telah menindaklanjuti gerakan menanam pohon 25 pohon per orang.
“Ini perhatian yang sangat luar biasa dari pemerintah melalui Kemeterian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kami menyampaikan apresiasi atas inisiasi melibatkan civitas akademika, baik secara akademik ataupun masyarakat. Kita ini bagian dari masyarakat yang selalu siap mendukung dengan program ini,” ujarnya dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Kamis (21/9).
Farid menyebutkan, keterlibatan UIN Ar-Raniry dalam penanaman pohon dan penghijauan bukan yang pertama. Perguruan tinggi tersebut sudah sering terlibat dalam program penanaman pohon, baik di lahan kampus maupun di sekitar kampus. Beberapa kali program seperti itu melibatkan mahasiswa bersama masyarakat, baik yang terlibat langsung maupun pemikiran-pemikirannya yang dapat ditransfer kepada masyarakat, terutama bagi mahasiswa di Fakultas Sains dan Teknologi, khususnya Prodi Teknik Lingkungan.
UIN Ar-Raniry menyatakan sangat siap mendukung program 25 pohon selama hidup ada manusia di muka bumi. Hal tersebut dibuktikan Rektor Farid dengan sistem pembangunan kampus UIN Ar-Raniry pasca rehab-rekon setelah bebcana tsunami 2004 silam.
Saat ini, kata Farid, kampus UIN Ar-Raniry menjadi kampus hijau. Kampus Darussalam ini seluas 33 hetar, tidak sampai 50 persen didirikan bangunan, lebih setengah adalah lahan kosong untuk ditanami pohon.
UIN Ar-Raniry saat ini juga telah memiliki lahan baru lebih kurang 37 hektar. Dari jumlah tersebut, separohnya disiapkan untuk ruang terbuka dan penghijauan.
Jumlah lahan baru yang akan dibangun kampus II UIN Ar-Raniry seluas 37 ha. Dalam master plan hanya dibangun gedung seluas 17 Ha, sisanya akan dijadikan hutan kota. Ini pertanda kami di UIN telah memikirkan masa depan pohon dan masa depan generasi bangsa,” ujar Farid Wajdi.
Rektor atas nama sivitas akademika UIN Ar-Raniry menyampaikan terima kasih kapada Dirjen Dr Hilman yang telah memberikan bibit pohon yang akan ditanam di kampus UIN Ar-Raniry. “Kami siap bekerja sama untuk menindaklanjuti program pemerintah, dengan harapan kampus UIN Ar-Raniry pada masa medatang menjadi kampus hijau yang ramah lingkungan dan juga kaya dengan buah-buahan yang dapat dinikmati oleh masyarakat,” papar Farid Wajdi.