Rabu 19 Dec 2018 17:05 WIB

Menteri Yohana Usulkan Batas Minimal Usia Menikah 20 Tahun

Usulan usia minimal menikah diberikan setelah membandingkan dengan negara lain.

Red: Nur Aini
Pernikahan  (ilustrasi)
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Pernikahan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise mengusulkan batas minimal usia menikah untuk perempuan 20 tahun dan laki-laki 22 tahun.

"Jadi usia paling tepat, setelah membandingkan dengan negara lain rata-rata yang saya ambil, khusus perempuan 20 (tahun), laki-laki 22 (tahun)," kata Yohana usai menghadiri Penyerahan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) di Istana Wakil Presiden Jakarta, Rabu (19/12).

Usulan tersebut saat ini sedang dipersiapkan Kementerian PPPA untuk dibawa ke DPR dalam pembahasan revisi Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

 Yohana menilai usulan batas minimal usia menikah tersebut cukup adil dalam hal kesetaraan gender, serta tidak melanggar ketentuan undang-undang perlindungan anak terkait batas minimal usia pernikahan.

"Ini pendekatan lagi dengan pihak DPR, agar ada kesepakatan bersama. Yang jelas, undang-undang perlindungan anak itu kan minimal 18 tahun," katanya.

MK membatalkan pasal 7 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang mengatur tentang batas minimal usia menikah, yakni 16 tahun untuk perempuan dan 18 tahun untuk laki-laki.

MK menilai pasal tersebut diskriminatif dan inkonstitusional, karena membedakan batas usia minimum perkawinan antara laki-laki dan perempuan. Hal itu dinilai dapat menyebabkan kasus diskriminatif dan kekerasan dalam rumah tangga yang lebih banyak merugikan pihak perempuan sehingga terkendala dalam pemenuhan hak-hak konstitusionalnya.

"Hak-hak konstitusional dimaksud, antara lain, hak atas perlakuan yang sama di hadapan hukum, sebagaimana diatur dalam Pasal 28D ayat (1) UUD 1945," kata Hakim Konstitusi Wahiddudin Adams.

Menurut UU Perlindungan Anak, seorang perempuan pada usia 16 tahun masih tergolong ke dalam pengertian anak, sehingga jika telah menikah statusnya akan berubah menjadi orang dewasa.

'Sementara bagi laki-laki perubahan demikian baru dimungkinkan jika telah menikah pada usia 19 tahun," ujar Wahiddudin.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement