Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

 

5 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

BNPB: Ukuran Gunung Anak Krakatau Menyusut

Sabtu 29 Dec 2018 19:41 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Israr Itah

Sisa-sisa aktivitas Gunung Anak Krakatau terapung di Perairan Selat Sunda, Lampung Selatan, Jumat (28/12).

Sisa-sisa aktivitas Gunung Anak Krakatau terapung di Perairan Selat Sunda, Lampung Selatan, Jumat (28/12).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Berkurangnya ukuran Gunung Anak Krakatau akibat erupsi yang terjadi terus-menerus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kementerian ESDM mecatat adanya penuyusutan ukuran Gunung Anak Krakatau. Berkurangnya ukuran Gunung Anak Krakatau akibat erupsi yang terjadi terus-menerus. 

 

Berdasarkan pengamatan visual dan pengukuran, tinggi gunung anak krakatau yang semula 338 meter saat ini hanya 110 meter. Volume gunung anak krakatau juga terpantau menurun. 

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, volume yang hilang diperkirakan 150-180 juta meter kubik. Sementara, volume yang tersisa saat ini berkisar 40 hingga 70 juta meter kubik. 

"Berkurangnya volume tubuh gunung anak krakarau ini diperkirakan karena adanya proses rayapan tubuh gunung api disertai oleh laju erupsi yang tinggi dari 24 hingga 27 Desember," kata Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Sabtu (29/12).

Sutopo mengatakan, pengamatan aktivitas vulkanis gunung anak krakatau masih terus dipantau secara intensif oleh PVMBG. Dia melanjutkan, status gunung hingga saat ini terpantau tetap berada di level Siaga (Level III). 

Kendati, dia tetap mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati gunung dalam radius lima kilometer dari kawah. Ini, lanjut Sutopo, mengingat adanya bahaya lontaran batu pijar, aliran lava, awan panas dan hujan abu pekat.

Dalam kesempatan itu, dia sekaligus membantah beredarnya informasi yang menyebut Gunung Anak Krakatau meningkat menjadi Awas atau berada di Level IV. Bahkan, dia melanjutkan, tidak ada rencana dari otoritas terkait untuk menaikkan status gunung api ke Awas dengan kondisi saat ini. 

"Jadi status Gunung Anak Krakatau tetap di level Siaga (Level III)," tegasnya.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile