Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

 

29 Safar 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Perpusnas: Buku di Indonesia Kurang Merata

Kamis 17 Oct 2019 23:59 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Esthi Maharani

 Pelajar membaca buku di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Jumat, (15/9).

Pelajar membaca buku di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Jumat, (15/9).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Disparitas wilayah dan sosial sangat mempengaruhi pertumbuhan minat baca masyarakat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus Perpustakaan Nasional, Nurhadi Saputra mengatakan yang menjadi masalah dalam dunia literasi di Indonesia adalah kurang meratanya buku dan ilmu pengetahuan. Nurhadi menuturkan, disparitas wilayah, geografis dan sosial sangat mempengaruhi pertumbuhan minat baca masyarakat.

 

Saat ini, kata dia, pemerataan buku masih sebagian besar di Pulau Jawa. Hal itulah yang menyebabkan minat baca masyarakat Indonesia terkesan sedikit. Padahal, sebenarnya masalah utama adalah pemerataan buku tersebut.

"Akses masyarakat terhadap buku yang tidak merata, karena sebaran buku 85 persen ada di Pulau Jawa saja," kata Nurhadi, Kamis (17/10).

Sejumlah upaya untuk meningkatkan pemerataan buku juga telah dilakukan Perpusnas. Nurhadi mengatakan, pihaknya secara rutin memberikan bantuan dalam berbagai bentuk seperti mobil perpustakaan keliling, motor perpustakaan keliling, dan melengkapi koleksi buku. Selain itu, perpusnas juga berupaya mengadakan perangkat IT untuk akses terhadap koleksi buku digital yang bisa diakses di seluruh Indonesia.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile