Senin 23 Mar 2020 21:11 WIB

Dokter di Kepri Keluhkan APD Terbatas

Dokter dan paramedis tidak mungkin dapat merawat pasien Covid-19 tanpa APD

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Petugas medis menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) untuk penanganan pasien yang diduga terinfeksi virus Corona (COVID-19). Dokter dan paramedis tidak mungkin dapat merawat pasien Covid-19 tanpa APD. Ilustrasi.
Foto: Antara/Irwansyah Putra
Petugas medis menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) untuk penanganan pasien yang diduga terinfeksi virus Corona (COVID-19). Dokter dan paramedis tidak mungkin dapat merawat pasien Covid-19 tanpa APD. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNG PINANG - Dokter dan paramedis di sejumlah rumah sakit di Kepulauan Riau (Kepri) yang menangani pasien terkait Covid-19 mengeluhkan alat perlindungan diri (APD) yang terbatas. Ketua Ikatan Dokter Indonesia Kepri, Rusdani, mengatakan dokter dan paramedis tidak mungkin dapat merawat pasien yang terkait Covid-19 tanpa APD.

Rusdani yang dihubungi Antara pada Senin (23/3) menuturkan saat ini APD yang tersedia tinggal sedikit. Dokter dan paramedis memiliki kewajiban menangani pasien namun juga harus melindungi diri.

Baca Juga

Dokter yang tidak menggunakan APD, kata dia, berpotensi tertular virus mematikan itu. Hal ini yang menyebabkan dokter dan paramedis dihadapkan persoalan yang rumit.

"Kami dihadapkan dengan persoalan dilematis yang sebenarnya dapat diselesaikan jika APD mencukupi. Kami siap bekerja maksimal untuk masyarakat," katanya.

Rusdani mengemukakan keluhan para dokter dan paramedis itu disampaikan tadi siang. Hasilnya, sejumlah organisasi kedokteran dan paramedis melayangkan surat terbuka. Surat itu sama sekali bukan untuk provokasi, melainkan mendorong pemerintah pusat dan pemerintah daerah menyediakan APD apapun caranya karena hal itu penting.

Selain itu, surat terbuka yang beredar di media sosial itu juga untuk menggugah hati masyarakat agar tidak lagi keluar rumah dan tidak berkumpul atau keluyuran. Selagi masyarakat keluar rumah, rantai penularan virus ini akan semakin panjang. Kondisi ini tentunya akan menyulitkan tim medis dan pemerintah untuk memutus rantai penularan Covid-19.

Menurut Rusdani, semakin banyak pasien akan semakin sulit dokter dan paramedis menanganinya karena keterbatasan SDM, alat, ruang isolasi, dan APD. "Ayolah, bersama-sama kita selesaikan permasalahan serius ini. Sayangi diri kita, sayangi keluarga, dan sayangi teman dan saudara-saudara kita. Di rumah saja lebih baik," tegasnya.

Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
۞ وَالْوَالِدٰتُ يُرْضِعْنَ اَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ اَرَادَ اَنْ يُّتِمَّ الرَّضَاعَةَ ۗ وَعَلَى الْمَوْلُوْدِ لَهٗ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِۗ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ اِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَا تُضَاۤرَّ وَالِدَةٌ ۢبِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُوْدٌ لَّهٗ بِوَلَدِهٖ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذٰلِكَ ۚ فَاِنْ اَرَادَا فِصَالًا عَنْ تَرَاضٍ مِّنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا ۗوَاِنْ اَرَدْتُّمْ اَنْ تَسْتَرْضِعُوْٓا اَوْلَادَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ اِذَا سَلَّمْتُمْ مَّآ اٰتَيْتُمْ بِالْمَعْرُوْفِۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyusui secara sempurna. Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani lebih dari kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita karena anaknya dan jangan pula seorang ayah (menderita) karena anaknya. Ahli waris pun (berkewajiban) seperti itu pula. Apabila keduanya ingin menyapih dengan persetujuan dan permusyawaratan antara keduanya, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin menyusukan anakmu kepada orang lain, maka tidak ada dosa bagimu memberikan pembayaran dengan cara yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

(QS. Al-Baqarah ayat 233)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement