Rabu 13 May 2020 11:28 WIB

Jumlah Penonton Televisi Naik 12% sejak Ada PSBB dan WFH

Jumlah Penonton Televisi Naik 12% sejak Ada PSBB dan WFH

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id
Jumlah Penonton Televisi Naik 12% sejak Ada PSBB dan WFH. (FOTO: Unsplash/Obayda PH)
Jumlah Penonton Televisi Naik 12% sejak Ada PSBB dan WFH. (FOTO: Unsplash/Obayda PH)

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Hasil survei konsultan riset Nielsen Indonesia, menyebutkan bahwa pandemi Covid-19 telah menyebabkan perubahan perilaku konsumen termasuk dalam hal konsumsi media.

Sejak implementasi Work From Home (WFH) dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), jumlah pemirsa TV meningkat dengan rata-rata 12% lebih tinggi dari periode normal. Jumlah penonton di segmen kelas atas telah meningkat sebesar 14% dengan durasi menonton TV juga meningkat menjadi 5 jam 46 menit.

Baca Juga: Karyawan Facebook WFH Hingga Akhir Tahun...

"Di bulan Ramadan tahun ini, menonton TV menunjukkan tren yang lebih tinggi. Hal ini dipicu oleh beberapa hal, termasuk peningkatan jumlah pemirsa yang mencapai empat kali lebih banyak atau tumbuh 372% terutama dari waktu sahur hingga pagi hari yakni antara pukul 02:00 hingga 05:59 WIB," kata Direktur Eksekutif Nielsen, Hellen Katherina, dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa (13/5/2020).

Peningkatan juga terjadi di semua segmen umur dengan yang tertinggi berada di segmen anak dan remaja (10-14 tahun). Hellen menambahkan bahwa dari 11 kota yang disurvei Nielsen, menonton TV juga menunjukkan tren kenaikan dengan peningkatan tertinggi terjadi di Jakarta sebesar 29%, Yogyakarta 29%, Palembang sebesar 38%, dan Banjarmasin sebesar 20%.

Dalam hal kategori program, ada perubahan pola yang terjadi selama WFH dan Ramadan. Ia mengatakan, pemirsa TV menonton lebih banyak serial dan program berita sejak periode WFH.

"Sementara selama Ramadan, mereka tidak hanya menonton lebih banyak serial, tetapi juga program hiburan, keagamaan, dan pendidikan," pungkas Hellen.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement