Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

 

1 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Dikritik Erdogan, Dubes Israel Tinggalkan Ruang Sidang PBB

Rabu 23 Sep 2020 01:17 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Duta Besar Israel untuk PBB Gilad Erdan

Duta Besar Israel untuk PBB Gilad Erdan

Foto: haaretz
Erdogan mengecam dan mengkritik keras kebijakan penindasan Israel

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Duta Besar Israel untuk PBB Gilad Erdan keluar dari ruang sidang Majelis Umum PBB saat video pidato Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan diputar. Dalam video itu, Erdogan mengecam dan mengkritik keras kebijakan penindasan Israel.

 

"Rakyat Palestina telah menentang kebijakan penindasan, kekerasan, dan intimidasi Israel selama lebih dari setengah abad," kata Erdogan dalam pidatonya, dikutip laman Anadolu Agency, Rabu (23/9).

Baca Juga

Dia turut menyoroti kebijakan Israel di Yerusalem. "Tangan kotor yang mencapai privasi Yerusalem, tempat tempat suci tiga agama besar hidup berdampingan, terus meningkatkan kelancangannya," ujarnya.

Erdogan pun mengomentari rencana perdamaian Timur Tengah, termasuk untuk konflik Israel-Palestina, yang disusun pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dia menegaskan, Turki tidak akan mendukung rencana apa pun yang ditolak rakyat Palestina.

"Partisipasi beberapa negara di kawasan ini dalam permainan ini tidak berarti apa-apa selain melayani upaya Israel untuk mengikis parameter dasar internasional. Negara-negara itu telah menyatakan niat mereka untuk membuka kedutaan besar di Yerusalem, yang melanggar resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional, hanya membuat konflik semakin rumit dengan tindakan mereka," ucap Erdogan.

Dia menekankan bahwa konflik hanya dapat diselesaikan dengan pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. "Mencari solusi selain ini sia-sia, sepihak dan tidak adil," kata Erdogan. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile