Selasa 27 Oct 2020 00:40 WIB

Gempa Pangandaran tak Terkait dengan Aktivitas Merapi

Gempa Pangandaran dan aktivitas Merapi bisa mengakibatkan tsunami.

Rep: Puti Almas/ Red: Agus Yulianto
Mitigasi bencana tsunami. (Ilustrasi)
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Mitigasi bencana tsunami. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gempa dengan magnitudo 5,5 di Kabupaten Pangandara, Jawa Barat tidak terkait dengan aktivitas Gunung Merapi yang masih tinggi dengan status waspada. Secara teknis, gempa di Pangandaran dan sekitarnya merupakan aktivitas tektonik yang berusa pergerakan antar lempeng. Sementara di Merapi, sifatnya adalah vulkanik atau gempa yang dipicu oleh aktivitas gunung berapi. 

“Gempa di Pangandara adalah aktivitas tektonik berupa pergerakan lempeng Australia dan Eurasia, sementara Merapi adalah akibat vulkanis. Namun, keduanya sama-sama bisa mengakibatkan tsunami,” ujar Dr Masturyono MSc deputi bidang Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kepada Republika, Senin (29/10). 

Gempa di Pangandaran terjadi tepatnya pada Ahad (25/10) pukul 07.56 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan memiliki parameter update dengan magnitudo M 5,5 dan episenter gempa terletak pada koordinat 8,2 LS dan 107,86 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 88 kilometer arah Barat Daya Kota Pangandaran, Jawa Barat pada kedalaman 62 km. 

BMKG juga menyebutkan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau disebut dengan thrust fault.  

Guncangan gempa selain di Pangandaran dapat dirasakan di daerah Sukabumi, Tasikmalaya, serta Kuningan, Garut, Cilacap, Kebumen, Kutoarjo, Banyumas, Banjarnegara, Kulonprogo, Bantul, Gunung Kidul, dan Yogyakarta. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami.

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
۞ وَلَقَدْ اَخَذَ اللّٰهُ مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَۚ وَبَعَثْنَا مِنْهُمُ اثْنَيْ عَشَرَ نَقِيْبًاۗ وَقَالَ اللّٰهُ اِنِّيْ مَعَكُمْ ۗ لَىِٕنْ اَقَمْتُمُ الصَّلٰوةَ وَاٰتَيْتُمُ الزَّكٰوةَ وَاٰمَنْتُمْ بِرُسُلِيْ وَعَزَّرْتُمُوْهُمْ وَاَقْرَضْتُمُ اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا لَّاُكَفِّرَنَّ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَلَاُدْخِلَنَّكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۚ فَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذٰلِكَ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاۤءَ السَّبِيْلِ
Dan sungguh, Allah telah mengambil perjanjian dari Bani Israil dan Kami telah mengangkat dua belas orang pemimpin di antara mereka. Dan Allah berfirman, “Aku bersamamu.” Sungguh, jika kamu melaksanakan salat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, pasti akan Aku hapus kesalahan-kesalahanmu, dan pasti akan Aku masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Tetapi barangsiapa kafir di antaramu setelah itu, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus.”

(QS. Al-Ma'idah ayat 12)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement