Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

Korea Selatan Bersiap Masuki Gelombang Ketiga Pandemi Covid

Sabtu 26 Dec 2020 17:55 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Agus Yulianto

 Seorang pekerja medis (2-L) menyeka warga untuk tes COVID-19 di sebuah klinik darurat di Seoul, Korea Selatan, 15 Desember 2020.Menurut Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea pada 15 Desember, Seoul telah mencatat lebih dari 880 baru kasus virus corona.

Seorang pekerja medis (2-L) menyeka warga untuk tes COVID-19 di sebuah klinik darurat di Seoul, Korea Selatan, 15 Desember 2020.Menurut Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea pada 15 Desember, Seoul telah mencatat lebih dari 880 baru kasus virus corona.

Foto: EPA-EFE/JEON HEON-KYUN
Korea Selatan telah mencapai titik kasus baru tertinggi selama 2 hari berturut-turut.

REPUBLIKA.CO.ID, KOREA -- Korea Selatan sedang bersiap memasuki gelombang ketiga pandemi Covid-19. Situasi ini ditandai dengan kembali mencuatnya kasus Covid-19 di momen libur Natal dan tahun baru.

Data dari Korea Disease Control and Prevention Agency (KDCA) menunjukkan, bahwa Korea Selatan telah mencapai titik kasus baru tertinggi selama dua hari berturut-turut. Tercatat ada penambahan kasus baru per hari sebanyak 1.241 kasus pada 25 Desember 2020 dan 1.132 kasus pada 26 Desember 2020.

Berdasarkan kondisi ini, pemerintah Korea Selatan memberikan peringatan kembali terkait risiko penularan Covid-19. Mereka juga meminta warga untuk tidak berkumpul dalam di momen perayaan tahun baru demi menekan penularan.

"Virus menyebar kapan pun dan di mana pun dia ingin," jelas Menteri Kesehatan Korea Selatan Kwon Deok Cheol, seperti dilansir Sky.

Kwon juga mengatakan penambahan kasus baru yang tinggi saat ini menunjukkan bahwa Korea Selatan sedang berada di persimpangan untuk memasuki gelombang ketiga pandemi Covid-19.

Hal senada juga diungkapkan oleh kepala KDCA Jeong Eun Kyeong. Jeong meminta warga untuk membatalkan semua rencana berkumpul dalam bentuk apa pun. Jeong mengatakan perkumpulan publik dan keagamaan sebaiknya digelar secara daring.

Pemerintah Korea Selatan juga akan melakukan rapat pada Ahad (27/12) untuk membahas rencana aturan baru untuk area Seoul. Dalam rapat ini akan dibahas apakah aturan jaga jarak sosial perlu diperketat hingga ke tingkat yang paling tinggi mengingat area Seoul memiliki penambahan kasus baru yang cukup besar.

Bila hal ini diwujudkan, akan ada lebih dari 1,2 juta toko yang harus ditutut. Hanya pekerja esensial yang akan diperbolehkan untuk tetap bekerja.

Saat ini, tempat-tempat seperti klub malam, bar karaoke, dan tempat hiburan malam lain tidak diperkenankan untuk beroperasi. Rumah makan atau restoran pun hanya diizinkan untuk beroperasi hingga jam 21.00 saja.

Korea Selatan dikenal sebagai negarayang berhasil menangani kemunculan awal pandemi Covid-19 dengan baik melalui tes dan tracing kontak yang luas. Akan tetapi, pemerintah Korea Selatan mendapatkan kritik karena terlalu percaya diri dan dinilai gagal untuk mempersiapkan diri menghadapi gelombang ketiga pandemi Covid-19. Padahal, gelombang ketiga ini diperkirakan akan menjadi yang terbesar di negara tersebut.

Sejauh ini, data dari KDCA menunjukkan bahwa Korea Selatan memiliki total kasus Covid-19 sebanyak 55.902 kasus. Sedangkan kasus kematian Covid-19 mencapai 793 kasus. 

 

 

 

Sumber:

https://news.sky.com/story/covid-19-south-korea-braced-for-third-wave-as-daily-cases-hit-new-highs-12172650

sumber : News Sky
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile