Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

17 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Wartawan Dilarang Liput Vaksinasi di DPR, Ini Kata Dasco

Jumat 26 Feb 2021 06:40 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Yudha Manggala P Putra

Petugas Pemadam kebakaran menyemprotkan cairan disinfektan di area kompleks gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Ahad (9/8). Pemyemprotan tersebut dalam rangka persiapan sidang pidato kenegaraan 2020 sekaligus sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.Prayogi/Republika.

Petugas Pemadam kebakaran menyemprotkan cairan disinfektan di area kompleks gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Ahad (9/8). Pemyemprotan tersebut dalam rangka persiapan sidang pidato kenegaraan 2020 sekaligus sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.Prayogi/Republika.

Foto: Prayogi/Republika
Dasco membenarkan vaksinasi tidak hanya untuk anggota DPR, namun juga keluarganya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan larangan wartawan meliput vaksinasi anggota DPR dan keluarga karena ada anggota yang keberatan jika dilakukan pengambilan gambar ketika proses dilakukan. Ia meminta awak media memahami kondisi tersebut.

"Kan mereka harus juga menjaga imunitas, kalau kemudian soal  protokol kesehatan itu kan orang yang divaksinasi itu kan ada yang juga takut-takut kalau kemudian diambil gambarnya segala macam, mungkin mereka keberatan. Jadi kalau pengambilan gambar itu dari kejauhan mungkin, ya mungkin ini juga keberatan dari yang divaksinasi, tolong juga wartawan ngerti lho," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/2).  

Ia membantah bila DPR terkesan menutup-nutupi soal kegiatan vaksinasi tersebut. Menurutnya vaksinasi adalah program pemerintah dan tidak benar kalau digelar tertutup.

Baca juga : Dasco: Vaksinasi di DPR Nggak Ditutup-tutupi

"Oleh karena sedang reses, kesetjenan memberikan informasi kepada fraksi-fraksi yang kemudian memberikan informasi kepada anggotanya. Jadi tidak benar kalau vaksinasi ini soal tertutup-tertutup, nggak ada yang ditutup-tutupi, wong vaksinasi ini program pemerintah kok," ujarnya.

Ia pun membenarkan bahwa vaksinasi memang tidak hanya diterima oleh pegawai dan anggota DPR. Keluarga anggota DPR juga divaksin. Menurutnya jatah itu berdasarkan alokasi dari kementerian kesehatan.

"Kita mendapatkan jatah dari Kementerian Kesehatan, DPR dan anggota keluarga yang terdaftar di kesetjenan DPR itu yang dapat. Jadi alokasi itu dari Kemenkes," kata Dasco.

Ia mengaku tidak mengetahui berapa alokasi jatah vaksin yang diterima DPR. Namun, Dasco menambahkan, selain pegawai dan anggota, staf pendukung, petugas keamanan, hingga petugas kebersihan juga mendapatkan jatah vaksinasi Covid-19. Hal itu untuk menekan lonjakan kasus Covid-19 di DPR.

"Karena DPR ini area sudah area merah, sudah banyak Pamdal, sudah banyak pegawai yang terkena covid, sehingga kita lebih banyak kegiatan kemarin WFO," ucapnya.

Baca juga : Pakar Pertanyakan Pemberian Vaksin untuk Tahanan KPK

"Sehingga saya tekankan sekali lagi tidak ada soal yang tertutup soal vaksinasi di DPR ini, kami mendukung program pemerintah justru diadakan terbuka cuma karena kondisi reses, mungkin informasinya terlambat dari fraksi ke anggota-anggotanya," tambah dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile