Lebaran Ketupat Juga Populer di Parigi Sulawesi Tengah 

Red: Nashih Nashrullah

 Ahad 23 May 2021 01:15 WIB

Lebaran Ketupat di Parigi untuk memperkuat hubungan antarsesama. Ilustrasi lebaran ketupat Foto: Republika/Agung Fatma Putra Lebaran Ketupat di Parigi untuk memperkuat hubungan antarsesama. Ilustrasi lebaran ketupat

Lebaran Ketupat di Parigi untuk memperkuat hubungan antarsesama

REPUBLIKA.CO.ID, PARIGI— Lebaran Ketupat sebagai agenda tahunan warga Gorontalo di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menjadi tradisi untuk mempererat tali silaturahim antarsesama warga.

"Tradisi ini dilaksanakan setelah lebaran Idul Fitri dan berlangsung setiap tahun. Biasanya dilaksanakan satu pekan setelah Idul Fitri," kata Muhammad Rifai, penanggung jawab kegiatan Lebaran Ketupat, di Parigi, Sabtu (22/5).

Dia menjelaskan warga Gorontalo yang sudah cukup banyak di Parigi Moutong dan telah berdomisili di kabupaten itu, terlebih di Parigi sebagai ibu kota kabupaten, sehingga tradisi tersebut sudah berbaur dengan kebiasaan masyarakat lokal setempat.

Baca Juga

Warga Gorontalo di Ibu Kota kabupaten tersebut kebanyakan bermukim di pesisir Pantai Parigi di Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi dan sekitarnya sehingga tradisi ini kental dilaksanakan warga pesisir kelurahan tersebut.

Setiap Kepala Keluarga katanya, menyajikan ketupat dan kuliner lainnya di depan rumah mereka lalu di makan bersama, termasuk warga lain yang datang berkunjung.

"Kuliner yang disajikan ini untuk dimakan. Jadi, siapa saja yang datang harus ikut makan bersama, kita tidak melihat suku apa dan dari mana asalnya, karena memang tradisi ini makan bersama," tutur Rifai.

Apalagi, lebaran kali ini pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan mudik, sehingga dengan momen lebaran ketupat suasana kebersamaan dan kekeluargaan semakin akrab.

Menurut dia, pandemi Covid-19 bukan penghalang bagi kegiatan ini, karena dalam pelaksanaannya warga tetap memperhatikan protokol kesehatan di antaranya menyediakan tempat cuci tangan, lalu menggunakan masker.

"Tahun lalu tradisi ini tidak sempat kami laksanakan karena kasus Covid-19 meningkat. Alhamdulillah, kami sangat bersyukur tahun ini bisa terlaksana dengan baik berkat kerja sama marga setempat dan para pihak," ucap Rifai yang yang juga Ketua Karang Taruna Kelurahan Bantaya, Parigi.

Dia mengemukakan sebagai warga Gorontalo di Parigi Moutong, mereka sangat menghargai tradisi tersebut, dengan harapan apa yang telah dilaksanakan bisa menciptakan suasana kerukunan dan keamanan di kabupaten tersebut.

"Sesungguhnya giat ini banyak manfaatnya. Salah satunya, dengan terjalin silaturahmi maka hubungan sosial pun semakin baik. Hubungan sosial terjalin baik, maka tercipta suasana keamanan dan ketertiban masyarakat," ujarnya.

Dia menambahkan, pembiayaan kegiatan tersebut bersumber dari swadaya masyarakat, dan juga mendapat dukungan dari para pihak.Selain kegiatan inti, ada pula kegiatan pendukung lainnya dalam bentuk lomba. Di antaranya, lomba perahu dayung, tarik tambang, panjat pinang dan sebagainya.   

Berita Lainnya

Play Podcast X