Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

 

8 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pangdam Udayana Cetuskan Tempat Isoman Tingkat Desa di Bali

Ahad 11 Jul 2021 10:46 WIB

Red: Erik Purnama Putra

Panglima Kodam IX/Udayana, Mayjen Maruli Simanjutak.

Panglima Kodam IX/Udayana, Mayjen Maruli Simanjutak.

Foto: Pendam Udayana
Mayjen Maruli tidak ingin pasien Covid-19 OTG menumpuk antre masuk tempat isoman.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bali menggencarkan penanganan Covid-19 di Provinsi Bali, di tengah semakin tingginya angka positif di masyarakat. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mendirikan tempat isolasi mandiri (isoman) di tingkat desa atau kelurahan.

 

Tujuannya agar penanganan pasien Covid-19 bisa lebih cepat, dan tidak ada lagi penumpukan masuk wisma atau tempat isoman seperti beberapa waktu lalu. Panglima Kodam IX/Udayana, Mayjen Maruli Simanjutak mengatakan, pengananan pasien Covid-19 di tingkat desa sudah dibahas dalam rapat bersama Kapolda Irjen Putu Jayan Danu Putra dan Gubernur Bali Wayan Koster.

Menurut Maruli, Kodam Udayana siap untuk mendirikan lokasi yang dijadikan tempat isoman bagi pasien dengan status orang tanpa gejala (OTG). "Anggota kami siap untuk membantu menyiapkan lokasi yang akan dijadikan sebagai tempat isolasi mandiri," katanya di Kota Denpasar, Provinsi Bali, Ahad (11/7).

Maruli mengatakan, tempat isolasi di tingkat desa atau kelurahan tercetus, karena melihat pasien Covid-19 antre untuk mendapatkan ruang isolasi. Padahal, sambung dia, apabila hal itu bisa ditangani di tingkat paling bawah, tidak ada lagi penumpukan pasien OTG.

Sehingga, rumah sakit bisa fokus menangani pasien yang memang bergejala. "Dengan begini juga penanganan cepat bisa dilakukan. Pastinya penumpukan juga tak akan terjadi karena setiap desa sudah memiliki tempat isolasi sendiri-sendiri," ujar mantan Danpaspampres itu.

Selain dapat menangani masyarakat dengan cepat, kata Maruli, dengan adanya tempat isoman di tingkat desa atau kelurahan, juga membuat pemerintah pusat bisa lebih fokus menangani pandemi. Karena nantinya pemerintah tingkat kota akan menangani OTG, dan provinsi bisa menangani mereka yang bergejala.

"Karena selama ini yang terjadi semua pasien OTG maupun yang bergejala ditangani pemerintah pusat, ya akibatnya terjadi penumpukan dan banyak yang tak tertangani," ujar Maruli.

Dia menyebutkan, Kodam Udayana bersama Polda dan Pemprov Bali sudah menyiapkan semua sarana dan prasarana tempat isoman. Dengan penanganan yang dilakukan di tingkat desa atau kelurahan, menurut Maruli, nantinya anggaran yang dikeluarkan juga tepat sasaran.

"Nanti kesehatan dipantau dari puskesmas, dinas sosial bantu untuk makan mereka, dan unsur lainnya akan terlibat dalam penanganan Covid-19 yang hingga kini masih dilanda," terangnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta kepada seluruh jajaran TNI dan Polri untuk terus aktif mendukung penuh kebijakan penanganan pandemi Covid-19. "Pertama, saya perintahkan kepada seluruh jajaran TNI dan Polri untuk terus aktif mendisiplinkan protokol kesehatan, mendisiplinkan 3M, dan aktif mendukung 3T," ujar Jokowi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile