Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

 

4 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

6 dari 136 Siswa Islam yang Diculik di Nigeria Meninggal

Selasa 24 Aug 2021 01:31 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Para penculik siswa di Nigeria kerap meminta uang tebusan. Ilustrasi siswa korban penculikan di Nigeria yang dibebaskan.

Para penculik siswa di Nigeria kerap meminta uang tebusan. Ilustrasi siswa korban penculikan di Nigeria yang dibebaskan.

Foto: EPA-EFE/STRINGER
Para penculik siswa di Nigeria kerap meminta uang tebusan

REPUBLIKA.CO.ID, MINNA— Enam dari 136 siswa yang diculik dari sebuah sekolah Islam di negara bagian Nigeria utara-tengah, Niger, telah meninggal karena sakit, kata kepala sekolah kepada Reuters, Senin (23/8).

 

Para penculik menuntut uang tebusan untuk membebaskan para siswa, yang diculik pada Mei setelah geng bersenjata sepeda motor menyerang sekolah itu di Kota Tegina.

Baca Juga

Geng kriminal yang melakukan penculikan untuk mendapatkan uang tebusan dipersalahkan atas serangkaian serangan di sekolah asrama di Nigeria utara. 

Di sana, lebih dari 1.000 siswa telah diculik sejak Desember. Kepala sekolah itu, Abubakar Garba Alhasan, mengatakan kelompok penyandera telah menelepon untuk mengatakan bahwa anak-anak meninggal karena sakit dan mendesak agar permintaan tebusan dipenuhi.

Abubakar Adam, yang tujuh anaknya ditahan geng itu, mengatakan para penculik menelepon kepala sekolah untuk meminta uang tebusan. Kelompok penyandera pada Ahad (22/8) membebaskan 15 siswa lagi, yang diculik pada Juli dari sebuah sekolah Baptis di Nigeria barat laut, setelah orang tua membayar uang tebusan, yang jumlahnya tidak diungkapkan, untuk membebaskan mereka.

Presiden Muhammadu Buhari pada Februari meminta pemerintah negara bagian untuk berhenti membayar tebusan kepada para penculik, dan Gubernur Kaduna Nasir El-Rufai secara terbuka menolak untuk membayar.Orang tua dan masyarakat yang putus asa sering kali mengumpulkan dan membayar sendiri uang tebusan.  

sumber : Reuters/Antara
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile