Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

13 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

5 Gejala Infeksi Omicron yang Berbeda dengan Gejala Klasik Covid-19

Jumat 17 Dec 2021 06:05 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Gejala infeksi SARS-CoV-2 varian omicron berbeda dengan gejala klasik Covid-19.

Gejala infeksi SARS-CoV-2 varian omicron berbeda dengan gejala klasik Covid-19.

Foto: Republika
Prof Tim Spector mengungkap ada lima gejala infeksi omicron yang patut diwaspadai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Karena mutasi yang dialami, varian omicron cenderung memunculkan gejala Covid-19 yang berbeda dari gejala klasik Covid-19. Sejauh ini, ada lima gejala terkait varian omicron yang patut diwaspadai.

"Lebih dari 50 persen orang tidak pernah mengalami gejala klasik," ungkap ahli epidemiologi Inggris, Prof Tim Spector, seperti dilansir Express.co.uk, Jumat (17/12).

Baca Juga

Prof Spector mengatakan, lima gejala Covid-19 utama terkait varian omicron serupa dengan gejala selesma. Kelima gejala tersebut meliputi sakit kepala, nyeri tenggorokan, kelelahan, bersin, dan hidung berair atau beringus.

Saat ini, ada tiga gejala klasik Covid-19 tak lagi ada di urutan lima besar. Tiga gejala klasik yang dimaksud adalah kehilangan indra penciuman atau perasa, demam, dan batuk.

Bila terkena Covid-19, menurut Prof Spector, orang-orang yang sudah divaksinasi biasanya hanya akan mengalami gejala yang ringan. Gejala ini akan terlihat seperti pilek pada umumnya.

Meski gejalanya tampak ringan, bukan berarti pandemi Covid-19 dapat diremehkan. Dr Hilary Jones mengatakan, virus corona saat ini justru menyebar dengan cepat seperti kebakaran hutan.

Bila tak bisa ditanggulangi, kondisi ini bisa mendorong dibutuhkannya kembali penerapan lockdown. Tentu, lanjut dr Jones, tak ada satu orang pun yang menginginkan itu terjadi.

"Orang-orang cemas, depresi, lelah, dan stres," kata dr Jones.

Berdasarkan data, menurut dr Jones, satu dari empat atau lima kasus yang menunjukkan gejala pilek merupakan Covid-19. Oleh karena itu, orang yang mengalami gejala seperti selesma sebaiknya menjalani tes Covid-19.

Sambil menunggu hasil, orang-orang yang sedang pilek sebaiknya melakukan isolasi mandiri. Itu penting untuk mencegah risiko penyebaran penyakit.

"(Varian omicron) mungkin ancaman paling signifikan sejak pandemi dimulai," ungkap chief executive of the UK Health Security Agency dr Jenny Harries.

Baca juga : Waspada Omicron, Pengamat Sarankan Tutup Sementara Penerbangan Internasional

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile