Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

4 Zulhijjah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Minuman Sehat Pengganti Susu Sapi Justru Berbahaya untuk Perempuan, Apa Sebab?

Rabu 12 Jan 2022 11:35 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Reiny Dwinanda

Susu almond belakangan makin diminati perempuan yang berdiet. Minuman sehat ini justru dapat berbahaya untuk kesehatan perempuan.

Susu almond belakangan makin diminati perempuan yang berdiet. Minuman sehat ini justru dapat berbahaya untuk kesehatan perempuan.

Foto: Pxhere
Perempuan yang beralih ke minuman susu nabati bisa kekurangan zat gizi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar makanan dan nutrisi Prof Ian Givens memberi peringatan keras tentang beberapa alternatif susu yang sedang tren, seperti oat, almond, dan susu kedelai. Pengganti susu adalah makanan pokok dari pola makan nabati (vegan), dan umumnya lebih rendah kalori daripada makanan standar.

Akan tetapi, produk-produk tersebut hampir tidak memiliki manfaat susu sapi. Hal yang dikhawatirkan Prof Given adalah perempuan muda mengorbankan asupan nutrisi penting mereka dengan mengurangi konsumsi susu.

Baca Juga

Tren yang semakin berkembang untuk membatasi daging merah ini telah memperburuk tingkat defisiensi nutrisi. Prof Givens yang juga Direktur Institute for Food, Nutrition, and Health Reading University, mengatakan, perempuan sangat berisiko karena mereka lebih sensitif terhadap pesan yang belum tentu benar tentang daging dan susu.

"Kekhawatirannya, ada sejumlah kasus yang sangat spesifik di mana anak-anak kecil telah beralih ke produk ini, dan telah mengalami semacam kekurangan protein yang tidak diharapkan di masyarakat Barat," kata Prof Givens, dilansir The Sun, Rabu (12/1/2022).

Sebuah data menunjukkan setengah dari perempuan berusia antara 11 hingga 18 tahun tidak mendapatkan tingkat zat besi yang direkomendasikan dibandingkan dengan 11 persen laki-laki pada usia yang sama. Kecenderungan itu telah terjadi selama 20 hingga 30 tahun terakhir.

"Itu mengkhawatirkan," kata Prof Givens.

Sekitar 27 persen perempuan berusia antara 19 hingga 64 tahun tidak mencapai target zat besi dibandingkan dengan pria hanya dua persen saja. Zat besi dapat ditemukan dalam makanan nabati, seperti kacang-kacangan dan buah kering, tetapi paling banyak terdapat pada daging.

Zat besi adalah faktor kunci dalam membantu darah mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Ketika tubuh tidak dapat melakukan ini dengan benar maka itu dapat menyebabkan kelelahan dan kehilangan konsentrasi hingga gejala anemia.

Menurut Survei Diet dan Gizi Nasional, seperempat gadis remaja mengonsumsi terlalu sedikit yodium, kalsium, dan zinc. Prof Givens menyebut, sebagian besar kasus tersebut merupakan akibat dari pengurangan konsumsi susu.

Prof Givens memperingatkan, susu adalah salah satu sumber yodium terkaya, mineral yang juga ditemukan pada ikan laut dan kerang. Ketiga makanan tersebut dilarang dalam pola makan vegan yang ketat.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile