Saturday, 27 Syawwal 1443 / 28 May 2022

Saturday, 27 Syawwal 1443 / 28 May 2022

Sepotong Bulan Tersenyum (Bagian 2)

Senin 17 Jan 2022 06:25 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Sepotong Bulan Tersenyum

Sepotong Bulan Tersenyum

Foto: Republika
Hanya Malik yang sejak hari pertama berkenalan dengannya memanggilnya De.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Irwan Kelana

Siang itu Azizah mengajak Marwah makan siang di Restoran Sederhana yang terletak di sisi barat lantai 1 gedung perkantoran tersebut. Kantor mereka berada di sisi selatan gedung, sedangkan kantor Malik berada di sisi utara.

Meskipun orang Bandung (Sunda), Marwah menyukai masakan Padang. Apalagi Restoran Sederhana. Menu favoritnya adalah dendeng kering dan ayam pop. Adapun minumannya, ia selalu terpikat pada teh talua. Minuman racikan teh dan telur itu selalu membuatnya terpesona  akan rasanya yang khas.

Begitu membuka pintu restoran, Marwah terkejut. Di pojok kanan ada Malik dan dua orang lelaki yang mengenakan baju koko. Mungkin keduanya pengurus masjid.

Marwah ingin membatalkan makan siang di restoran tersebut, namun ia tidak enak hati dengan Azizah. Apalagi hari itu Azizah milad yang ke-25.

Azizah yang tidak menyadari kehadiran Malik, langsung mengambil bangku dan meja di tengah, bersisian dengan meja dan bangku yang diduduki Malik.

“Azizah,” sapa Malik.

Azizah terkejut. “Eh, Kang Malik. Maaf, Zizah gak lihat.”

Gak apa-apa.”

Malik kemudian beralih ke Marwah.

“Assalamu’alaikum, De Marwah,” ujarnya lembut.

“Wa’alaikumsalam, Kang … eh Ustadz Malik,” sahut Marwah dengan suara bergetar.

“Kang aja, De. Panggilan ‘Ustadz’ terlalu tinggi buat saya,” kata Malik merendah.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile