Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

11 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Capello: Milan Harus Hati-Hati Lawan Juventus

Ahad 23 Jan 2022 15:48 WIB

Red: Israr Itah

Zlatan Ibrahimovic dari AC Milan.

Zlatan Ibrahimovic dari AC Milan.

Foto: EPA-EFE/GABRIELE MENIS
Milan akan menjamu Juventus diSan Siro, Senin (24/1/2022) dini hari WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fabio Capello memperingatkan AC Milan agar berhati-hati melawan Juventus dalam lanjutan Serie A Liga Italia di San Siro, Milan, Senin (24/1/2022) dini hari WIB. Pertandingan ini mempertaruhkan posisi empat besar bagi Juventus, yang telah kembali ke persaingan papan atas setelah awal musim yang buruk.

“Ini pertandingan yang sulit untuk diuraikan. Keduanya harus menang. Milan harus berhati-hati, karena Juve kembali solid dan menemukan kembali semangatnya. Juventus adalah lawan yang sulit untuk dihadapi," kata Capello kepada majalah Gazzetta dello Sport Sportweek, dikutip Football Italia, Ahad (23/1/2022).

Baca Juga

Pada saat yang sama, ia menyatakan tidak percaya pelatih yang mengatakan tidak mempertimbangkan lawan ketika merancang taktik permainan mereka. Menurut dia, ucapan pelatih yang mengatakan harus fokus hanya pada tim sendiri sebagai kesalahan arogan yang serius.

“Semua tim memiliki kekuatan dan kelemahan, Anda harus mengetahuinya sehingga Anda siap untuk menyerang,” kata sosok yang masyhur namanya saat menangani Milan serta juga pernah menjadi pelatih Juventus.

Capello juga memuji striker Milan Zlatan Ibrahimovic yang berperan sebagai pemain-pelatih di lapangan. Keduanya bekerja sama di Turin dari 2004 hingga 2006. Membela Juventus merupakan pengalaman pertama Ibrahimovic di Serie A setelah meninggalkan Ajax.

Capello ketika itu terkenal dengan menjejalkan Ibra dengan setumpuk video Marco van Basten untuk mengajarinya tentang gerakan, penyelesaian akhir, dan cara menjadi striker yang lebih baik. Menurut Capello, Juventus kala itu merangsang jiwa kompetitifnya.

“Tanpa Calciopoli, dia dan saya akan tetap di sana. Saat ini, dia seorang pelatih-pemain. Ibra mungkin bukan atlet yang sama seperti dulu, tapi dia membawa pengalaman berharga,” ujar Capello.

Baik Capello dan Ibrahimovic meninggalkan Turin ketika skandal Calciopoli pecah pada tahun 2006, yang mengirim Juventus ke Serie B untuk kali pertama. Ibra pindah ke Inter Milan, yang mendapatkan durian runtuh Scudetto 2005-06 yang dicabut dari Juve.

 

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile