Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

 

21 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Antisipasi Lonjakan Omicron, DPMD Jabar Siap Aktifkan Kembali Isoter

Senin 24 Jan 2022 21:36 WIB

Rep: arie lukihardianti/ Red: Hiru Muhammad

Pengurus RW 02 merapikan ruangan isolasi di Posko Terpadu COVID-19, Sarijadi, Bandung, Jawa Barat, Kamis (18/3/2021). Warga di kawasan tersebut menjadikan gedung serba guna RW sebagai posko terpadu COVID-19 yang menyediakan fasilitas ruang isolasi darurat lengkap, menyediakan sembako dan vitamin serta pelayanan penyemprotan disinfektan secara rutin bagi warga.

Pengurus RW 02 merapikan ruangan isolasi di Posko Terpadu COVID-19, Sarijadi, Bandung, Jawa Barat, Kamis (18/3/2021). Warga di kawasan tersebut menjadikan gedung serba guna RW sebagai posko terpadu COVID-19 yang menyediakan fasilitas ruang isolasi darurat lengkap, menyediakan sembako dan vitamin serta pelayanan penyemprotan disinfektan secara rutin bagi warga.

Foto: ANTARA /Novrian Arbi
Isoter yang saat kenaikan Covid-19 tahun lalu jumlahnya ada di atas 1000 isoter.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Jawa Barat siap mengaktifkan tempat isolasi terpadu (isoter) untuk mengantisipasi lonjakan kasus yang disebabkan varian omicron.

 

Menurut Kepala DPMD Jabar Dicky Saromi, pihaknya pernah mengkoordinasi pendirian ribuan pusat atau layanan isolasi terpadu. Tempat isoter ini, siap diaktifkan kembali. "Kita on kan lagi isoter," ujar Dicky di Bandung, Senin (24/1/2022).

Baca Juga

Dicky mengatakan, sudah menggelar rapat dengan Apdesi dan Satgas Covid-19 Jawa Barat yang memutuskan untuk mengaktifkan kembali isoter yang saat kenaikan Covid-19 tahun lalu jumlahnya ada di atas 1000 isoter.

Namun, kata dia, sebelum proses pengaktivasian berjalan, pihaknya menghimbau agar seluruh aparat desa di Jabar mewaspadai penyebaran varian baru omicron. "Dengan kembali menerapkan protokol kesehatan secara ketat," katanya.

Menurut Dicky, sejak kasus covid-19 varian delta melandai, penerapan prokes di level desa ikut melonggar. Pihaknya kini bertugas untuk kembali mensosialisasikan agar penerapan prokes kembali ditingkatkan meski omicron masih terdeteksi di wilayah perkotaan. "Karena kita landai dan kembali abai di sisi prokesnya. Ini yang akan menjadi tugas kita. Kalau urusan kebutuhan isoter itu nanti akan dipenuhi oleh satgas Covid-19," katanya.

Data mencatat, Jumlah pusat isolasi per Agustus 2021 lalu mencapai 6.799. Sedangkan tempat tidur yang disediakan walaupun terbatas di masa itu tercatat 11.894.

 

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile