Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

 

6 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

WHO Perbarui Informasi tentang Varian Omicron 'Siluman', Kenali Gejala Infeksinya

Jumat 25 Feb 2022 02:01 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda

Ilustrasi varian omicron dari virus penyebab Covid-19. Varian omicron siluman dapat menyebabkan gejala penyakit Covid-19 yang lebih parah.

Ilustrasi varian omicron dari virus penyebab Covid-19. Varian omicron siluman dapat menyebabkan gejala penyakit Covid-19 yang lebih parah.

Foto: Pixabay
WHO sebut varian omicron 'siluman' perlu tetap diawasi oleh otoritas kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski ditetapkan sebagai strain virus penyebab Covid-19 yang dominan secara global, omicron BA.1 bukan lagi varian terbaru. Ada subvarian anyar BA.2 berjulukan stealth (siluman) omicron yang tampaknya lebih menular dan memicu kasus parah.

 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperbarui informasi terkait "varian siluman" tersebut. Penularan yang tinggi di beberapa bagian Eropa serta Inggris membuat omicron BA.2 diawasi dengan ketat oleh para ilmuwan.

Baca Juga

WHO menyoroti bahwa varian siluman berbeda dari pendahulunya dalam banyak aspek. Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) mengamini itu, menyebut BA.2 lebih menular dibandingkan dengan strain yang menyebar cepat.

Penelitian di Jepang telah menemukan bahwa varian siluman juga dapat menyebabkan penyakit Covid-19 yang lebih parah. Selain itu, omicron BA.2 disinyalir dapat menangkis beberapa metode perawatan dan lebih tahan terhadap vaksin.

Berdasarkan sejumlah bukti ilmiah yang ada, WHO memperingatkan agar BA.2 harus terus dianggap sebagai varian yang mengkhawatirkan. Menurut WHO, BA.2 juga perlu tetap diawasi oleh otoritas kesehatan masyarakat.

Perbedaan BA.2 dengan pendahulunya terutama terletak pada urutan genetiknya, serta beberapa perbedaan pada spike protein. Istilah ini merujuk pada area yang menjadi pintu masuk virus corona tipe baru (SARS-CoV-2) menginfeksi manusia.

Bukti ilmiah juga telah membuktikan bahwa BA.2 memiliki keunggulan pertumbuhan dibandingkan galur aslinya. Ada lebih banyak penelitian yang terus dilakukan untuk memahami subvarian ini dengan lebih baik.

Terdapat pula peningkatan laporan kasus terkait subvarian itu dalam beberapa pekan terakhir, dengan salah satu titiknya terdeteksi di Denmark. Kabar baiknya, kasus Covid-19 secara global telah menunjukkan tren penurunan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile