Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

 

29 Safar 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Politikus PSI: Kebijakan Uji Emisi di Jakarta Belum Efektif

Sabtu 05 Mar 2022 23:13 WIB

Red: Ratna Puspita

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta August Hamonangan menilai kebijakan uji emisi kendaraan bermotor bagi masyarakat Jakarta belum efektif dan bisa menjadi hanya angin lalu. Ilustrasi

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta August Hamonangan menilai kebijakan uji emisi kendaraan bermotor bagi masyarakat Jakarta belum efektif dan bisa menjadi hanya angin lalu. Ilustrasi

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pemprov DKI perlu melakukan trobosan agar warga antusias dengan uji emisi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta August Hamonangan menilai kebijakan uji emisi kendaraan bermotor bagi masyarakat Jakarta belum efektif dan bisa menjadi hanya angin lalu. Menurut August, Pemprov DKI Jakarta perlu melakukan trobosan agar kebijakan yang bertujuan memperbaiki kualitas udara Jakarta itu diantusiasi warga pemilik kendaraan.

 

"Kebijakan uji emisi itu sampai saat ini masih minim sosialisasi, minim titik lokasi pelaksanaan uji, dan masih sumirnya pengenaan sanksi," kata August Hamonangan, melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (5/3/2022).

Baca Juga

Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini menjelaskan, salah satu terobosannya dengan mempermudah akses titik lokasi pelaksanaan uji emisi kendaraan bermotor. Langkah itu dapat menjaring lebih banyak animo masyarakat untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan uji kendaraan bermotor.

August mencontohkan, pelaksanaan sosialisasi sekaligus uji emisi gratis hendaknya tidak hanya tertumpu di titik tertentu saja, tapi dilaksanakan tersebar di tempat-tempat yang mudah dijangkau, misalnya di kecamatan, di pemukiman warga, atau mungkin di terminal dan di "pool" taksi. "Jadi bisa lebih banyak dimanfaatkan warga untuk bisa mengikuti uji emisi," ujarnya.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukannya, August menuturkan, pelaksanaan uji emisi kendaraan bermotor Jakarta sampai saat ini, belum terlaksana secara efektif. Padahal, pelaksanaan uji emisi ini memerlukan kajian terukur dan masif baik sosialisasi, pelaksanaan uji emisi gratis, atau penetapan sanksi administrasi secara sistematis.

"Makanya sudah saya sampaikan ke DLH (Dinas Lingkungan Hidup) jauh-jauh hari agar kebijakan uji emisi lebih diefektifkan," tuturnya.

Berdasarkan data Dinas LH DKI Jakarta, tingkat kepatuhan warga yang berkendara di Jakarta untuk menjalani uji emisi kendaraan bermotor masih sangat rendah. Hingga saat ini, tercatat baru ada sebanyak 599.975 kendaraan di DKI Jakarta atau 3,33 persen telah menjalani uji emisi.

Padahal, ada 373 bengkel resmi di Jakarta yang melayani uji emisi kendaraaan yang berstatus aktif. Pemprov DKI Jakarta juga akan segera menggelar razia uji emisi kendaraan bermotor tahun 2022, meskipun belum diketahui waktu pelaksanaannya. 

"Kegiatan penataan dan kepatuhan hukum uji emisi ini rencananya akan diberlakukan di 24 ruas jalan di Jakarta," katanya.

Razia uji emisi merupakan hasil koordinasi antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan DKI Jakarta, dan Polda Metro Jaya. Nantinya setiap kendaraan yang melintas diminta menepi agar kendaraannya bisa diperiksa status uji emisinya oleh petugas di lapangan.

Bagi kendaraan yang telah melakukan pengecekan dan lulus uji emisi, akan diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Sementara kendaraan yang belum uji emisi akan diarahkan ke tempat pengecekan status emisi kendaraan, di lokasi kegiatan razia.

Karena itu, August meminta kepada jajaran Dinas LH bersama Dishub DKI turut berkoordinasi secara efektif dengan Polda Metro Jaya dalam upaya penegakan hukum bagi pemilik kendaraan bermotor yang belum melaksanakan uji emisi. Hal ini diperlukan agar perbaikan kualitas udara DKI Jakarta dapat terwujud sebagaimana mestinya.

"Razia uji emisi segera dilakukan itu lebih bagus lebih baik, tapi jangan sampai hanya sekedar kelihatan menjalankan Pergub (Nomor 66 Tahun 2020) maupun menjalankan kebijakan dari Dinas LH saja," katanya.

August menegaskan, harus lebih serius dalam pemberian sanksi maupun penegakan hukum di lapangan. "Ini perlu untuk mendorong kesadaran masyarakat melakukan uji emisi ini." tutur August.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile