Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

15 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

KSAD Menitikkan Air Mata Kala Gendong Putra Babinsa yang Gugur di Papua

Selasa 05 Apr 2022 11:33 WIB

Red: Erik Purnama Putra

KSAD Jenderal Dudung Abdurachman menggendong putra almarhum Sertu Eka Andriyanto Hasugian.

KSAD Jenderal Dudung Abdurachman menggendong putra almarhum Sertu Eka Andriyanto Hasugian.

Foto: Istimewa
Dudung merasa sedih, anak sekecil itu harus menjadi yatim piatu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Air mata Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman kembali menetes ke bumi pertiwi. Jenderal Dudung tidak kuasa menahan kesedihannya lantaran hatinya tersentuh ketika bertemu putra prajurit TNI AD yang gugur di Distrik Elelim, Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua pada Kamis (31/3/2022) pagi WIT.

Jenderal Dudung kembali menitikkan air matanya saat bersama sang istri Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Rahma Dudung Abdurachman mengunjungi rumah orang tua almarhum Sertu Eka Andriyanto Hasugian

Baca Juga

di Dusun Sawo, Desa Dungus, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (4/4/2022).

Almarhum Sertu Eka, merupakan Babinsa Kampung Meagaima, Koramil 1702-05/Kurulu, Kodim 1702/Jayawijaya yang menjadi korban pembunuhan orang tidak dikenal. Sang istri yang bekerja sebagai bidan di Puskesmas Elelim, Sri Lestari Indah Putri, ikut mengembuskan nafas terakhirnya. Diduga pelaku pembunuhan pasangan suami istri tersebut adalah kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Dua putranya selamat dalam peristiwa itu. Hanya, salah satu putra jarinya terputus akibat kebiadaban KKB. Dudung pun tiba di rumah duka disambut oleh orang tua almarhum, yaitu Sertu Marinir Muhammad Idris bersama istri. Jenderal Dudung akhirnya tak kuasa menahan haru saat menggendong anak pertama Eka yang bernama Elvano Putra Faeyza (5 tahun).

Dia merasa sedih, anak sekecil itu sudah harus menjadi yatim piatu, lantaran sudah ditinggalkan ayah ibunya. "Malam ini juga kami bersama rombongan akan kunjungi anak yang kedua. Saat ini dia sedang menjalani operasi karena kena bacokan di tangannya," jelas Dudung dalam siaran pers.

Dudung mengaku, juga mengunjungi anak kedua Sertu Eka yang bernama Vino (4), yang sedang dirawat di Rumah Sakit Dr Soetomo, Kota Surabaya. "Malam ini juga kami bersama rombongan akan kunjungi anak yang kedua, saat ini dia sedang menjalani operasi karena kena bacokan di tangannya," ujar Dudung.

Dudung menegaskan, telah memerintahkan Pangdam Cendrawasih Mayjen Teguh Muji Angkasa untuk segera mencari pelaku yang bertindak kejati itu agar dilakukan tindakan tegas. "Saya perintahkan agar pelakunya dicari sampai ketemu, dan memberi tindakan-tindakan terukur," ucap Dudung.

Mantan Pangkostrad tersebut juga berjanji untuk mengurus kedua anak yatim piatu tersebut. Pihaknya berjanji untuk menanggung biaya sekolah Vano dan Vino. Selain itu, Dudung juga menjanjikan kepada adik almarhum Sertu Eka, untuk memasukkannya bisa menempuh pendidikan di Angkatan Militer (Akmil).

"Untuk adik almarhum yang saat ini baru lulus dari sekolah, akan kami masukkan ke Akmil supaya cepat nantinya membantu ponakan-ponakan ini," ucap Dudung.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile