Saturday, 26 Zulqaidah 1443 / 25 June 2022

Saturday, 26 Zulqaidah 1443 / 25 June 2022

26 Zulqaidah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Satresnarkoba Polresta Serang Bongkat Peredaran Sabu dan Obat Ilegal

Rabu 18 May 2022 23:13 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Markas Polresta Serang yang berhasil membongkar jaringan peredaran sabu dan obat ilegal.

Markas Polresta Serang yang berhasil membongkar jaringan peredaran sabu dan obat ilegal.

Foto: Dok Humas Polda Banten
Tiga tersangka diancam hukuman penjara paling singkat enam dan maksimal 20 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Serang membongkar kasus peredaran narkoba dan obat ilegal. Aparat juga sekaligus menetapkan tiga tersangka.

"Kami mengamankan tersangka berikut barang bukti narkoba jenis sabu-sabu lebih 80 gram," kata Kapolresta Serang Kota Kombes Nugroho Arianto saat jumpa pers di Mapolres Serang Kota, Provinsi Banten, Rabu (18/5/2022).

Satresnarkoba Polresta Serang Kota mengungkap kasus narkoba dengan tiga tersangka HS (27 tahun), RR (25), TH (29). Mereka modusnya menyimpan barang terlarang, lalu menjual untuk mendapatkan keuntungan. Peredaran narkoba jenis sabu yang disita itu lebih 80 gram di wilayah hukum Polresta Serang Kota.

"Ketiga tersangka tersebut sedang didalami kasusnya, untuk para tersangka dengan Pasal 114 ayat (2) subsider 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat enam tahun dan maksimal 20 tahun," ujar Nugroho.

Selain sabu, kata Nugroho, Satresnarkoba Polresta Serang juga mengungkap kasus obat ilegal dua jenis. Barang bukti berupa obat Tramadol sebanyak 3.875 butir dan Hexymer sebanyak 9.140 butir disita dengan tersangka MZ (23). "Semuanya dari hasil kerja keras jajaran kami dan berkat bantuan informasi dari masyarakat, sehingga berhasil mengungkap kasus narkotika," ujar Nugroho.

Kasat Narkoba Polresta Serang Kota AKP Agus Ahmad Kurnia menjelaskan, jajaran Satresnarkoba terus melakukan penyelidikan dalam pemberantasan peredaran narkoba. Karena itu, pihaknya berharap semua komponen masyarakat juga peduli terhadap masalah itu. "Narkoba itu membunuh masa depan, sehingga harus diberantas sejak dini," ucap Agus.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 

BERITA TERKAIT

 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile