Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

3 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Toyota dan Redwood Kerja Sama Daur Ulang Baterai EV

Rabu 22 Jun 2022 20:25 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Tampak jajaran kendaraan listrik Toyota yang dipamerkan di IIMS 2022. Redwood ingin menurunkan biaya EV sekaligus mengurangi dampak lingkungan. Ilustrasi.

Tampak jajaran kendaraan listrik Toyota yang dipamerkan di IIMS 2022. Redwood ingin menurunkan biaya EV sekaligus mengurangi dampak lingkungan. Ilustrasi.

Foto: istimewa
Redwood ingin menurunkan biaya EV sekaligus mengurangi dampak lingkungan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Perusahaan rintisan Amerika Serikat Redwood Materials Inc mengatakan Toyota Motor Corp Jepang telah menjadi raksasa industri otomotif terbaru yang bergabung dengan inisiatif daur ulang dan remanufaktur baterai kendaraan listrik (EV) yang komprehensif. Redwood Materials, yang mitranya termasuk pembuat mobil Ford Motor Co dan pembuat baterai EV Panasonic Holdings Corp, sedang membangun ekosistem baterai loop tertutup.

Proyek tersebut bertujuan untuk menurunkan biaya EV dengan mengurangi ketergantungan pada bahan impor sekaligus mengurangi dampak lingkungan. Perusahaan berusia lima tahun itu telah memfokuskan pekerjaan awal di kampus seluas 175 hektare di Nevada utara dan berencana untuk membangun kompleks lain di Amerika Serikat bagian tenggara. Demikian kata kepala eksekutif dan pendirinya, JB Straubel, dalam sebuah wawancara dikutip Reuters, Rabu (22/6/2022).

Baca Juga

Fasilitas baru ini akan dapat memasok pabrik baterai senilai 1,3 miliar dolar AS yang direncanakan Toyota di North Carolina, serta pabrik baterai yang direncanakan Ford dengan SK On di Tennessee dan Kentucky. SK On merupakan anak perusahaan dari SK Innovation Co Ltd Korea Selatan.

Redwood Materials meningkatkan produksi komponen anoda dan katoda menjadi 100 gigawatt-jam pada tahun 2025, cukup untuk memasok baterai untuk 1 juta EV per tahun, kemudian menjadi 500 GWh pada tahun 2030, cukup untuk memasok 5 juta EV per tahun atau lebih. Demikian kata Straubel yang merupakan salah satu pendiri Tesla Inc.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile