Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

 

19 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Soal Holywings, Hotman Paris Minta Maaf ke Kiai Cholil Nafis

Senin 27 Jun 2022 08:45 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Andi Nur Aminah

Hotman Paris Hutapea

Hotman Paris Hutapea

Foto: Antara/M Agung Rajasa
Hotman menyebut promosi miras merupakan kesalahan yang dilakukan staf Holywings.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu pemegang saham Holywings, Hotman Paris Hutapea menemui Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis. Dalam pertemuan itu, Hotman Paris menyampaikan permohonan maaf soal kasus promosi minuman keras (miras) di Holywings bagi yang bernama Muhammad dan Maria.

 

"Saya atas nama pribadi dan juga atas nama Holywings sebagai institusi memohon maaf kepada bapak Kiai Cholis Nafis dan juga umat Islam," kata Hotman dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, dilansir dari laman resmi MUI, Senin (27/6/2022)

Baca Juga

Hotman mengatakan, promosi miras di Holywings membuat heboh, ini merupakan kesalahan yang dilakukan oleh staf Holywings yang menyinggung perasaan umat Islam. Hotman berharap, permohonan maafnya dapat diterima oleh umat Islam. Hotman juga menyerahkan masalah ini bisa diselesaikan melalui proses hukum untuk ditindak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

KH Cholil mengatakan, secara pribadi menerima permohonan maaf dari Hotman selaku salah satu pemegang saham di Holywings. Kiai Cholil menyampaikan, setiap orang pasti melakukan kesalahan. Sebagai orang yang membuat kesalahan tentu harus bisa memperbaiki, bertaubat dan meminta maaf. "Tentu umat Islam akan memaafkan karena kita adalah orang baik," ujarnya.

Meski begitu, Kiai Cholil mendorong agar kasus promosi miras di Holywings ini terus berjalan proses hukumnya. Proses hukum diharapkan dilakukan secara adil. Sehingga dapat menjadikan sebuah pembelajaran.

"Kami setuju ini terus diproses (hukum) untuk pembelajaran, ini staf abang terlalu kreatif, hilang sensitivitasnya bahwa ini ranah agama, oleh karena itu saya sepakat ini diteruskan di ranah pengadilan, proses hukum berjalan untuk menemukan keadilan yang seadil-adilnya,” kata Kiai Cholil.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile