REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan tidak akan menjadi kamp pengungsi atau penjaga perbatasan untuk negara mana pun. Ankara tidak akan memikul kewajiban internasional negara ketiga.
Pernyataan itu muncul usai laporan berita di media Inggris bahwa Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss dapat menuntut kesepakatan dengan Turki serupa dengan kesepakatan yang dilakukan dengan Rwanda tentang kemitraan suaka. "Kami berharap bahwa klaim yang diterbitkan yang dikaitkan dengan Truss ini tidak berdasar," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Tanju Bilgic dikutip dari Anadolu Agency.
Inggris dan Rwanda mencapai kesepakatan pada April. Isi kesepakatan ini mencangkup dana 120 juta poundsterling yang akan membuat pencari suaka yang mencoba memasuki Inggris dikirim ke negara Afrika Timur untuk pemukiman kembali.