Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

 

29 Safar 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Penularan Covid-19 Kian Tinggi, Australia Bakal Kembali Terapkan Bekerja dari Rumah

Rabu 20 Jul 2022 21:07 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ani Nursalikah

Perawat Terdaftar Niamh Costello mendemonstrasikan Tes Antigen Cepat Covid-19 di fasilitas pengujian drive-through yang didirikan oleh Blooms the Chemist di tempat parkir pusat perbelanjaan Royal Randwick, di Sydney, Australia, 06 Oktober 2021. Penularan Covid-19 Kian Tinggi, Australia Bakal Kembali Terapkan Bekerja dari Rumah

Perawat Terdaftar Niamh Costello mendemonstrasikan Tes Antigen Cepat Covid-19 di fasilitas pengujian drive-through yang didirikan oleh Blooms the Chemist di tempat parkir pusat perbelanjaan Royal Randwick, di Sydney, Australia, 06 Oktober 2021. Penularan Covid-19 Kian Tinggi, Australia Bakal Kembali Terapkan Bekerja dari Rumah

Foto: EPA-EFE/DAN HIMBRECHTS
Warga Australia juga diminta memakai masker di dalam ruangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Angka penularan Covid-19 di Australia mendekati rekor angka penularan tertinggi di negara tersebut. Sekitar 5.239 warga Australia yang tertular Covid-19 saat ini tengah dirawat di rumah sakit.

 

Melihat kondisi tersebut, warga Australia telah diminta bekerja dari rumah dan memakai masker di dalam ruangan. “Kita perlu melakukan beberapa hal secara berbeda setidaknya untuk waktu yang singkat,” kata Kepala Petugas Medis Australia Paul Kelly dikutip dari Aljazirah, Rabu (20/7/2022).

Baca Juga

“Kami tahu bahwa bekerja dari rumah adalah komponen yang sangat penting untuk menghentikan apa yang kami sebut penyebaran makro,” tambahnya.

Australia berada di gelombang ketiga pandemi virus Covid-19. Pada Selasa lalu, kasus harian Covid-19 di negeri Kanguru itu naik menjadi 50.248. Angka tersebut tertinggi dalam dua bulan terakhir.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengungkapkan bekerja dari rumah adalah masalah antara perusahaan dan karyawan. Dirinya juga menyadari hal tersebut tidak mungkin dilakukan bagi sebagian orang.

“Mereka harus membuatnya atas dasar keamanan. Tetapi juga, bagi sebagian orang, kita perlu menyadari bahwa mereka tidak dapat bekerja dari rumah," ucapnya.

“Ini masalah mendapatkan keseimbangan yang tepat. Saya yakin dengan sedikit akal sehat yang diterapkan, kita bisa melakukan itu,” imbuhnya

Diketahui lebih dari 300 ribu kasus telah dicatat selama tujuh hari terakhir. Jumlah perawat dan dokter yang sakit atau diisolasi karena virus juga meningkat. Pihak berwenang juga merekomendasikan untuk mengenakan masker di dalam ruangan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile