Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

4 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Fitur Baru Twiiter, Pengguna Kini Bisa Lihat Jumlah Twit per Bulan

Selasa 02 Aug 2022 01:15 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Qommarria Rostanti

Twitter meluncurkan fitur baru yang memungkinkan pengguna melihat jumlah twit per bulan. (ilustrasi)

Twitter meluncurkan fitur baru yang memungkinkan pengguna melihat jumlah twit per bulan. (ilustrasi)

Foto: AP Photo/Matt Rourke
Bagi sebagian pengguna, fitur baru ini terasa seperti mengintimidasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan aplikasi Twitter sedang menguji fitur baru yang memungkinkan pengguna melihat berapa kali dia menuliskan twit per bulan. Fitur tersebut masih dalam pengembangan sekitar sebulan lalu. Namun, sekarang, sejumlah pengguna Twitter mengatakan telah mendapatkan akses ke fitur itu.

"Fitur Twitter baru ini memberi tahu Anda jumlah twit yang Anda tulis per bulan. Sebenarnya, ini sangat tidak sopan," kata salah seorang pengguna @iwishwasafinch.

Baca Juga

Bagi sebagian pengguna yang mengetahui telah menghabiskan banyak waktu di aplikasi, khususnya menulis twit, fitur baru ini terasa seperti mengintimidasi. Di sisi lain, fitur baru juga dapat berguna sebagai ukuran saat menentukan apakah akan mengikuti seseorang. Jika dia sudah menulis twit ribuan kali dalam sebulan, mungkin menjadi tidak mengikuti karena tidak ingin terus lewat di timeline.

Dilansir TechCrunch, Selasa (2/8/2022), berdasarkan penelitian sebelumnya, tidak mengherankan bahwa reaksi umum terhadap fitur baru ini adalah takut melihat jumlah twit per bulan. Pada 2019, Pew Research Center menemukan 10 persen pengguna Twitter membuat 80 persen twit di platform tersebut.

Studi tersebut juga menunjukkan pengguna median di Twitter hanya mengunggah dua kali per bulan. Pada kuartal terakhir, Twitter memiliki 237,8 juta pengguna aktif harian yang dapat dimonetisasi.

Twitter tidak menanggapi permintaan komentar sehingga tidak jelas jumlah pengguna yang dapat mengakses fitur atau apakah itu akan diluncurkan secara lebih luas. Platform ini juga menguji fitur lain, seperti status dan downvoting yang belum sepenuhnya diluncurkan.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile