Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

 

6 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Rusia: AS Terlibat Langsung dalam Konflik Ukraina

Rabu 03 Aug 2022 00:16 WIB

Red: Esthi Maharani

Kekuatan sisitem roket AS, Himars

Kekuatan sisitem roket AS, Himars

Foto: BBC/Aljazirah
Rusia telah menuding Amerika Serikat terlibat langsung dalam konflik di Ukraina.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW – Pemerintah Rusia telah menuding Amerika Serikat (AS) terlibat langsung dalam konflik di Ukraina. Hal itu sehubungan dengan langkah Washington menyokong Kiev dengan high mobility artillery rocket system (Himars) dan menentukan objek penargetan.

 

"Kesepakatan Washington pada setiap target sebelum serangan sistem roket peluncuran ganda Himars di Ukraina membuktikan bahwa AS terlibat langsung dalam konflik, terlepas dari pernyataan Gedung Putih dan Pentagon," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov, Selasa (2/8/2022), dilaporkan kantor berita Rusia, TASS.

Baca Juga

Kesepakatan yang disinggung Konashenkov dalam pernyataannya berkaitan dengan keterangan pejabat intelijen Ukraina, Vadym Skibitsky. Saat diwawancara The Telegraph, Skibitsky mengungkapkan, Ukraina telah menggunakan sistem peluncuran roket Himars yang dipasok AS. Sistem roket dioperasikan berdasarkan citra satelit dan informasi lapangan yang juga disediakan Washington.

Skibitsky mengatakan, ada konsultasi antara perwira intelijen AS dan Ukraina sebelum serangan diluncurkan ke target-target Rusia. Menurut dia, AS memiliki hak veto dalam pemilihan target. Kendati demikian, Skibitsky menyebut pejabat-pejabat AS tidak memberikan informasi penargetan langsung.

"Semua ini secara tak terbantahkan membuktikan bahwa Washington, bertentangan dengan pernyataan Gedung Putih dan Pentagon, terlibat langsung dalam konflik di Ukraina,” kata Igor Konashenkov, menanggapi keterangan Skibitsky.

Selama ini AS memang menyatakan bahwa peran mereka hanya memasok persenjataan ke Ukraina. Washington mengatakan enggan terlibat langsung dalam pertempuran di negara tersebut. Bulan lalu, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan, negaranya akan mengirimkan lagi empat M142 Himars ke Ukraina. Tambahan sistem roket itu diharapkan menopang Kiev dalam memerangi Rusia.

Austin mengungkapkan, dengan tambahan empat Himars, Washington sudah mengirim 16 sistem roket presisi itu ke Ukraina. “Ukraina telah memanfaatkan Himars dengan sangat baik, dan Anda dapat melihat dampaknya di medan perang,” katanya kepada awak media di Pentagon, 20 Juli lalu.

Ukraina sempat menyampaikan bahwa mereka berhasil menghancurkan sekitar 30 stasiun komando dan depot amunisi Rusia dengan menggunakan Himars. Karena keefektifannya, Kiev meminta tambahan Himars ke AS. Austin mengungkapkan, Rusia masih menggencarkan serangan tanpa henti ke Ukraina.

“Itu adalah taktik kejam yang mengingatkan kembali pada kengerian Perang Dunia I. Jadi, Ukraina membutuhkan senjata serta amunisi untuk menahan serangan ini dan untuk menyerang balik,” ucapnya.

Sebelumnya Menteri Pertahanan Ukraina Oleksiy Reznikov mengatakan, negaranya membutuhkan Himars dalam jumlah besar. Menurutnya, Ukraina membutuhkan setidaknya 100 sistem roket presisi itu untuk melancarkan serangan balasan efektif terhadap pasukan Rusia. Selain Himars, Reznikov pun meminta bantuan amunisi jarak jauh dengan daya jangkau 100 hingga 150 kilometer. Hal itu untuk memutus unit pasukan Rusia dari dukungan mereka. Sejauh ini pemerintahan Presiden AS Joe Biden menolak mengirim amunisi jarak jauh ke Ukraina.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile