Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

 

5 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pakar: Perubahan Iklim Dapat Pengaruhi Penyebaran Penyakit Zoonosis

Jumat 12 Aug 2022 11:41 WIB

Red: Nora Azizah

Peubahan iklim berdampak luas, termasuk terkait penyakit zoonosis.

Peubahan iklim berdampak luas, termasuk terkait penyakit zoonosis.

Foto: www.freepik.com
Peubahan iklim berdampak luas, termasuk terkait penyakit zoonosis.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG -- Entomolog kesehatan Kementerian Kesehatan Sugiarto mengatakan bahwa adanya perubahan iklim secara tidak langsung dapat mempengaruhi penyebaran penyakit zoonosis. "Isu perubahan iklim ini memang luas tidak terbatas pada persebaran penyakit zoonosis, tetapi memang ini juga bisa cukup berpengaruh," ujar drh Sugiarto, saat melakukan pemeriksaan vektor di KKP Kelas II Panjang, di Bandarlampung, Jumat (12/8/2022).

 

Ia mengatakan, adanya perubahan iklim dapat berpengaruh dengan dua cara yaitu secara langsung dan tidak langsung terhadap persebaran penyakit.

Baca Juga

"Kalau untuk zoonosis ini sifatnya tidak langsung atau harus ada populasi vektor pembawa penyakit yang terpengaruh perubahan iklim, seperti contohnya malaria terjadi akibat adanya kenaikan suhu yang menyebabkan nyamuk terinfeksi parasit plasmodium menularkan ke manusia," ucapnya.

Dia menjelaskan, perubahan iklim seperti perubahan suhu udara, kebakaran hutan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi persebaran penyakit zoonosis ke manusia. "Dengan ada ekosistem yang sehat tentu akan berimplikasi terhadap kesehatan hewan dan terutama manusia. Sehingga persebaran penyakit zoonotik yang biasa disebarkan dari hewan liar bisa sampai ke manusia bisa dicegah," kata dia.

Menurut dia, untuk melakukan mitigasi adanya penularan penyakit zoonosis, kegiatan surveilans terhadap vektor pembawa penyakit terus dilakukan, salah satunya di Lampung.

"Kalau dari sisi kesehatan tentu kegiatan surveilans terhadap vektor pembawa penyakit seperti rodent (tikus) atau nyamuk untuk menemukan asal mula penyakit. Tapi dari sisi lingkungan perlu pula menjaga agar perilaku kita tidak menyebabkan perubahan iklim yang mengganggu populasi vektor," tambahnya.

Ia melanjutkan, selain itu perlu pula peranan masyarakat selain menjaga ekosistem agar tidak menyumbang perubahan iklim, juga untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan. "Menerapkan pola hidup sehat, selalu menjaga kebersihan lingkungan dan ekosistem juga jadi salah satu upaya mengantisipasi adanya persebaran penyakit zoonosis," kata dia lagi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile