Rabu 17 Aug 2022 03:09 WIB

Jokowi: Akses Pendidikan Berkualitas Harus Terus Diprioritaskan

Penyiapan SDM unggul diperlukan untuk menopang agenda-agenda nasional.

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Gita Amanda
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan, penyiapan manusia Indonesia yang unggul diperlukan untuk menopang agenda-agenda nasional yang ada. (ilustrasi)
Foto: Prayogi/Republika.
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan, penyiapan manusia Indonesia yang unggul diperlukan untuk menopang agenda-agenda nasional yang ada. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan, penyiapan manusia Indonesia yang unggul diperlukan untuk menopang agenda-agenda nasional yang ada. Salah satunya adalah dengan terus memprioritaskan akses dunia pendidikan yang berkualitas bagi anak usia didik di Indonesia.

"Akses anak usia didik terhadap layanan pendidikan yang berkualitas harus terus diprioritaskan," ujar Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD tahun 2022, Selasa (16/8/2022).

Dia juga ingin agar para siswa dan mahasiswa dikenalkan pada dunia kerja sejak dini. Selain itu, menurut Jokowi, minat setiap anak Indonesia di bidang sains, teknologi, seni, dan olahraga haruslah didukung dan diapresiasi. Dalam hal itu, dia ingin agar budi pekerti yang luhur, ideologi Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan patriotisme harus menjadi pilar utama.

"Oleh karenanya, budi pekerti yang luhur, ideologi Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan patriotisme merupakan pilar utama," kata Jokowi.

Di samping itu, Jokowi juga mengatakan, seni dan tradisi lokal dengan semangat kebangsaan harus terus digairahkan. Dia menyampaikan, karya-karya sastra dan film karya seniman, terutama para seniman muda Indonesia, harus terus didukung.

"Karya sastra dan film karya seniman muda harus terus didukung. Dana Abadi Kebudayaan akan terus kita tingkatkan sesuai kemampuan fiskal pemerintah," jelas dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
سَيَقُوْلُ الْمُخَلَّفُوْنَ اِذَا انْطَلَقْتُمْ اِلٰى مَغَانِمَ لِتَأْخُذُوْهَا ذَرُوْنَا نَتَّبِعْكُمْ ۚ يُرِيْدُوْنَ اَنْ يُّبَدِّلُوْا كَلٰمَ اللّٰهِ ۗ قُلْ لَّنْ تَتَّبِعُوْنَا كَذٰلِكُمْ قَالَ اللّٰهُ مِنْ قَبْلُ ۖفَسَيَقُوْلُوْنَ بَلْ تَحْسُدُوْنَنَا ۗ بَلْ كَانُوْا لَا يَفْقَهُوْنَ اِلَّا قَلِيْلًا
Apabila kamu berangkat untuk mengambil barang rampasan, orang-orang Badui yang tertinggal itu akan berkata, “Biarkanlah kami mengikuti kamu.” Mereka hendak mengubah janji Allah. Katakanlah, “Kamu sekali-kali tidak (boleh) mengikuti kami. Demikianlah yang telah ditetapkan Allah sejak semula.” Maka mereka akan berkata, “Sebenarnya kamu dengki kepada kami.” Padahal mereka tidak mengerti melainkan sedikit sekali.

(QS. Al-Fath ayat 15)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement