Ahad 18 Sep 2022 23:59 WIB

 Anwar Ibrahim: Prof Azyumardi Azra Sosok kritis dan Kreatif

Anwar memandang Prof Azyumardi Azra selalu perjuangkan pemerintah bersih

Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Politisi senior Malaysia Anwar Ibrahim (kanan) berbincang dengan Presiden Angkatan Belia Islam Malaysia Muhammad Faisal Abd Aziz (kiri) saat bertakziah kepada keluarga Ketua Dewan Pers Profesor Azyumardi Azra di Rumah Sakit Serdang, Selangor, Malaysia, Ahad (18/9/2022). Ketua Dewan Pers Profesor Azyumardi Azra meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Selangor Malaysia sejak Jumat (16/9/2022).
Foto: ANTARA/Virna Puspa Setyorini
Politisi senior Malaysia Anwar Ibrahim (kanan) berbincang dengan Presiden Angkatan Belia Islam Malaysia Muhammad Faisal Abd Aziz (kiri) saat bertakziah kepada keluarga Ketua Dewan Pers Profesor Azyumardi Azra di Rumah Sakit Serdang, Selangor, Malaysia, Ahad (18/9/2022). Ketua Dewan Pers Profesor Azyumardi Azra meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Selangor Malaysia sejak Jumat (16/9/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Politikus senior Malaysia Anwar Ibrahim menyebut Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra sebagai sosok yang kritis dan kreatif.

"Kritis dan kreatif ya pokoknya," kata Anwar di Rumah Sakit Serdang, Selangor, Malaysia, Ahad (18/9/2022) malam.

Ia mengatakan bersama Profesor Azyumardi Azra yang sudah sejak lama dikenalnya, banyak melewati sesi seminar dan perbincangan bersama.

"Pola pemikiran itu agak sama ya, moderat dan islami. Kalau dari segi pemerintahan itu, pemerintahan yang bersih ya yang diperjuangkan," ujar Anwar.

Ia mengatakan bukan saja di Indonesia, tetapi di Malaysia juga kehilangan tokoh, seorang sarjana yang sangat dikagumi dan mempunyai sumbangan besar kepada pola pemikiran saat ini.

"Jadi bagi saya, Azizah, keluarga, dan rekan-rekan di sini, yang ramai teman-teman dia, mengucapkan takziah kepada ibu dan keluarga, dan mendoakan semua urusan dapat diselesaikan dengan baik, terutama dengan penyertaan Dubes (Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia Hermono) dan teman-teman di sini," ujar dia.

Anwar Ibrahim bersama istrinya, Wan Azizah Wan Ismail, melakukan takziah kepada istri Profesor Azyumardi Azra, Ipah Farihah dan putra keduanya Firman El Amny Azra di Rumah Sakit Serdang, Selangor.

Selain Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono dan istri, beberapa staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, berbagai kalangan masyarakat Indonesia dan Malaysia seperti Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia, UIN Malaysia, Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM), Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia Indonesia (ISWAMI), Persatuan Kebangsaan Pelajar Islam Malaysia (PKPIM), PWI Riau, perwakilan Garuda Indonesia hadir bertakziah.

Ketua Dewan Pers Profesor Azyumardi Azra meninggal dunia setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Serdang, Selangor, Malaysia, sejak Jumat (16/8) sore. Beliau menghembuskan napas terakhir saat mendapat perawatan di coronary care unit (CCU) rumah sakit tersebut pada pukul 12.30 waktu setempat.

Dubes Hermono mengatakanberdasarkan surat kematian yang dikeluarkan rumah sakit, Prof Azyumardi Azra meninggal dunia karena 'acute inferior myocardial infarction'.

Profesor Azra mendapat undangan dari Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM) untuk menjadi pembicara dalam Konferensi Internasional Kosmopolitan Islam yang dilaksanakan pada Sabtu (17/9).

Selain dari Indonesia, beberapa pembicara lainnya berasal dari Malaysia dan Brunei Darussalam. Konferensi tersebut telah dibuka oleh Ketua Emeritus Institut Internasional Pemikiran Islam (IIIT) Anwar Ibrahim.

Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَدٰوةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَهٗ وَلَا تَعْدُ عَيْنٰكَ عَنْهُمْۚ تُرِيْدُ زِيْنَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۚ وَلَا تُطِعْ مَنْ اَغْفَلْنَا قَلْبَهٗ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوٰىهُ وَكَانَ اَمْرُهٗ فُرُطًا
Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas.

(QS. Al-Kahf ayat 28)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement