Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

15 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Erick: Hasil Kerja Konkret Merupakan Pencitraan Terbaik

Rabu 28 Sep 2022 04:10 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Gita Amanda

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku terkaget-kaget dengan banyaknya baliho di sejumlah daerah yang memasang foto dirinya sebagai salah satu kandidat Pilpres 2024. (ilustrasi).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku terkaget-kaget dengan banyaknya baliho di sejumlah daerah yang memasang foto dirinya sebagai salah satu kandidat Pilpres 2024. (ilustrasi).

Foto: Kementerian BUMN
Kata Erick yang jadi masalah ialah saat asyik pencitraan tanpa bekerja maksimal

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku terkaget-kaget dengan banyaknya baliho di sejumlah daerah yang memasang foto dirinya sebagai salah satu kandidat Pilpres 2024. Erick mengatakan keberadaan baliho-baliho di luar kuasa dirinya lantaran datang dari para relawan.

"Saya juga terkaget-kaget, kemarin saudara saya kirim ada baliho di daerah ini, tulisannya presiden lagi, galak sekali, orang presidennya masih menjabat," seloroh Erick di salah satu stasiun televisi swasta pada Selasa (27/9/2022).

Seperti baliho, lanjut Erick, namanya juga kerap muncul dalam sejumlah lembaga survei untuk Pilpres 2024. Erick mengatakan tidak mungkin mempunyai kewenangan untuk relawan atau lembaga survei menghentikan aktivitas tersebut.

Erick memaknai hal ini sebagai apresiasi atas kinerjanya dalam memperbaiki BUMN. Erick mengaku tetap fokus bekerja dan tak ingin terlena dengan hal-hal tersebut.

"Jangan gara-gara ini lupa bekerja, malah asyik personal branding. Ada seorang teman bicara kepada saya, hasil kerja itu adalah pencitraan yang terbaik, itu yang harus dipikirkan, bukan pencitraan dulu tapi hasil kerjanya, jangan kebalik," ucap Erick.

Erick menyebut yang menjadi masalah ialah saat asyik melakukan pencitraan tanpa bekerja secara maksimal. Terlebih di era media sosial, lanjut Erick, yang banyak terjebak pencitraan konten daripada hasil kerjanya.

Meski begitu, Erick menilai hal yang lumrah jika masyarakat ingin tahu profil tentang para pejabat yang bertugas sebagai pelayan publik.

"Makanya kemarin banyak bicara mengenai data-data publik, saya sepakat data pribadi harus dilindungi, tetapi kita sebagai pejabat publik yang sudah punya data di publik, ya nggak boleh marah juga, orang di Wikipedia ada semuanya kadang-kadang," kata Erick menambahkan.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile