Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

6 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Didukung BPKH, Bank Muamalat Genjot Pembiayaan

Jumat 30 Sep 2022 10:36 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya

ilustrasi:ekonomi syariah - Gedung Bank Muamalat

ilustrasi:ekonomi syariah - Gedung Bank Muamalat

Foto: Republika/Prayogi
Khusus untuk korporasi, Muamalat menargetkan penyaluran kreditnya mencapai Rp 1,8 T.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mulai menggenjot penyaluran pembiayaan setelah masuknya Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebagai investor baru pada awal tahun ini. Per 30 Juni 2022, total pembiayaan Bank Muamalat secara bankwide tercatat Rp 18,9 triliun.

Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K Permana mengatakan, Bank Muamalat menargetkan porsi pembiayaan untuk korporasi dan retail masing-masing sebesar 50 persen. Untuk korporasi, Bank Muamalat akan fokus menyasar pembiayaana ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 

Baca Juga

"Kita mentargetkan segmen korporasi yang aman seperti BUMN, blue chip, serta memiliki rating triple A," jelas Achmad, Jumat (30/9/2022).

Achmad mengakui, saat ini Bank Muamalat belum bisa agresif dalam menyalurkan pembiayaan. Khusus untuk korporasi, Achmad menargetkan penyaluran kreditnya bisa mencapai Rp 1,8 triliun dari total fasilitas pembiayaan sekitar Rp 3,5 triliun.

Sementara untuk pembiayaan ke sektor retail, Achmad menambahkan, Bank Muamalat akan fokus menyasar segmen ekosistem halal seperti haji dan umroh. Achmad melihat, segmen ini sangat potensial terutama setelah BPKH menjadi pemegang saham pengendali Bank Muamalat. 

Achmad melihat, pembiayaan Bank Muamalat tahun ini sudah membaik dibandingkan tahun lalu. Dia berharap, tahun depan bisa lebih agresif menyalurkan pembiayaan didukung infrastruktur Bank Muamalat yang lebih siap serta situasi ekonomi yang lebih kondusif. 

"Dengan reorganisasi yang kita bangun dan modal cukup tidak ada alasan untuk tidak tumbuh lebih cepat," kata Achmad. 

Achmad mengakui, selama dua hingga tiga tahun pertama ini kinerja Bank Muamalat masih mengandalkan hasil recovery. Namun, setelah itu kinerja akan didorong dari margin income akibat dari pembiayaan. Menurut Achmad, fee based income pun saat ini mulai meningkat karena sudah adanya kepercayaan dari masyarakat.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile