Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

7 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Masyarakat Diingatkan Lebih Cerdas Memilih Makanan dan Minuman Kemasan

Rabu 05 Oct 2022 06:12 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Gita Amanda

Gula (ilustrasi). Menjaga asupan gula yang harus tetap dibatasi untuk menjaga kesehatan.

Gula (ilustrasi). Menjaga asupan gula yang harus tetap dibatasi untuk menjaga kesehatan.

Foto: Wikimedia
Masyarakat modern harus tetap berhati-hati dalam menjaga pola konsumsi gula.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Ahli gizi Universitas Airlangga (Unair) Lailatul Muniroh mengingatkan masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas. Di tengah banyaknya makanan dan minuman kemasan yang dapat secara instan dinikmati, masyarakat modern harus tetap berhati-hati dalam menjaga pola konsumsi. Utamanya dalam menjaga asupan gula yang harus tetap dibatasi untuk menjaga kesehatan.

Lailatul mengatakan, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memahami label pangan yang tertera pada produk makanan atau minuman kemasan. Pemahaman terhadap label pangan dapat membantu konsumen dalam membatasi asupan, utamanya pada kandungan gula, garam, dan lemak.

Baca Juga

Lailatul mengatakan, konsumsi atau asupan gizi harian perlu diperhatikan, termasuk pada gula. Konsumsi gula sebaiknya dibatasi 10 persen dari jumlah kalori yang dibutuhkan oleh tubuh. “Rata-rata, seseorang membutuhkan asupan baik dari minuman atau makanan sebanyak 50 gram gula, atau setara dengan 4-5 sendok makan,” ujarnya, Rabu (5/10/2022).

Lailatul mengingatkan, asupan gula yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, dapat menyebabkan ketidakseimbangan tubuh yang dapat mengakibatkan risiko penyakit. Tidak hanya pada gula, kata dia, apapun yang terlalu banyak atau sedikit dapat berpengaruh kepada kondisi tubuh.

"Contohnya adalah peningkatan kadar gula darah, peningkatan berat badan yang menimbulkan risiko overweight, serta meningkatkan faktor risiko penyakit lain seperti halnya diabetes melitus tipe 2,” ujarnya.

Selain mengatur makanan yang dikonsumsi, Lailatul juga mengajak masyarakat untik menerapkan gaya hidup sehat. Yaitu dengan melakukan olahraga teratur, porsi makan dan istirahat yang cukup, serta memanajemen stres agar metabolisme tubuh dapat berjalan sebagaimana mestinya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile