Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

13 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pakar Keperawatan Jiwa Unpad Sebut, Aktivitas Seni Bisa Kurangi Depresi

Jumat 07 Oct 2022 07:26 WIB

Rep: Arie Lukihardianti / Red: Agus Yulianto

Peringatan World Mental Health Day

Peringatan World Mental Health Day

Foto: Istimewa
Pandemi telah menciptakan krisis global untuk kesehatan mental.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Aktivitas seni ternyata bisa membantu seseorang dalam menyembuhkan masalah mental. Menurut Dosen dari Departemen Keperawatan Jiwa Universitas Padjadjaran, Aat Sriati, aktivitas seni tersebut dikenal dengan istilah Art Therapy. 

Di dalamnya, terdiri dari sejumlah aktivitas, seperti menggambar, melukis, menari, musik, drama ataupun menulis yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kesehatan mental.

"Art therapy ini, manfaatnya di antaranya meningkatkan kepercayaan diri, membantu proses penemuan jati diri, serta melepaskan emosi yang menumpuk," ujar Aat dalam Peringatan World Mental Health Day "Healing Trough Painting" yang digelar Klinik Nur Ilahi, di Kota Bandung, Kamis petang (6/10).

Aat menjelaskan, aktivitas seni juga dapat mengurangi depressi, mengurangi gejala trauma dan menurunkan tingkat depresi, meningkatkan kualitas hidup serta mengurangi gejala psikologis. 

"Juga efektif mengurangi gejala depresi dan meningkatkan harga diri pada lansia," katanya.

Sementara itu, menurut Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Anhar Hadian, masalah kesehatan jiwa menjadi salah satu sorotan penting terutama sejak pandemi Covid-19 berlangsung. Pandemi telah menciptakan krisis global untuk kesehatan mental, memicu tekanan jangka pendek dan jangka panjang, serta merusak kesehatan mental jutaan orang termasuk tenaga kesehatan.

"Hari Kesehatan Jiwa Se-Dunia diperingati pada 10 Oktober setiap tahun. Momentum ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran akan masalah kesehatan mental di seluruh dunia serta memobilisasi upaya dalam mendukung kesehatan mental," katanya.

Tahun ini, kata Anhar, tema Hari Kesehatan Jiwa Sedunia adalah menjadikan kesehatan mental dan kesejahteraan untuk semua sebagai prioritas global. Sedangkan untuk tema nasionalnya, Indonesia pulih bersama dengan generasi sehat jiwa.

Tujuan dari tema ini memberikan kesempatan bagi semua orang untuk menjaga dan memprioritaskan kesehatan mental sebagai upaya darin menjaga kesehatan jiwa diri sendiri maupun orang lain. "Dan kegiatan ini menjadi salah satu bentuk support kepada para tenaga kesehatan terutama di UPTD Puskesmas," katanya.

Ketua Yayasan Klinik Utama Kesehatan Jiwa Nur Ilahi Frieza Patriani  mengatakan, Klinik Nur Ilahi yang berdiri sejak 2005 sudah banyak membantu masyarakat khususnya dalam penanganan bagi teman-teman disabilitas mental. Melayani rawat jalan maupun rawat inap. 

"Kami akan terus berupaya meningkatkan pelayanan di klinik kami. Saat ini kami sedang meningkatkan sistem antrian secara online. Tentunya kami tidak akan ada sampai di titik ini jika tanpa support dari berbagai pihak, khsusunya Dinas Kesehatan Kota Bandung," katanya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile