Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

6 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pakar Sebut Tuberkulosis Bisa Dikendalikan dengan Terapkan Delapan Aspek

Jumat 07 Oct 2022 13:53 WIB

Red: Nora Azizah

Setidaknya ada delapan aspek yang perlu diperhatikan terkait kasus tuberkulosis.

Setidaknya ada delapan aspek yang perlu diperhatikan terkait kasus tuberkulosis.

Foto: www.freepik.com.
Setidaknya ada delapan aspek yang perlu diperhatikan terkait kasus tuberkulosis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar kesehatan Prof Tjandra Yoga Aditama menyebutkan delapan aspek penting yang harus menjadi perhatian bersama dalam rangka mempercepat program pengendalian tuberkulosis (TB) di Tanah Air. "Program pengendalian tuberkulosis harus menyeluruh dan paripurna, setidaknya ada delapan aspek yang perlu diperhatikan," kata Tjandra Yoga Aditama ketika dihubungi dari Jakarta, Jumat (7/10/2022).

Tjandra Yoga Aditama yang pernah menjabat Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara itu mengatakan, aspek pertama meliputi pendataan terkait jumlah pasien TB melalui survei prevalensi nasional. Direktur Pascasarjana Universitas YARSI itu menambahkan bahwa aspek kedua adalah terkait dengan pentingnya penemuan kasus aktif dengan bertumpu pada teknologi terkini yaitu tes cepat molekuler. Aspek ketiga yang perlu diperhatikan adalah terkait kemungkinan penggunaan pendekatan baru dalam pengobatan TB.

Baca Juga

"Misalnya penerapan terapi obat selama empat bulan, yang kemungkinan akan memberi angka kepatuhan pengobatan lebih tinggi," katanya.

Aspek keempat, kata dia, terkait dengan perlunya memperkuat pemantauan pengobatan TB dengan menggunakan aplikasi telepon seluler untuk melengkapi pengawas minum obat (PMO). "Aspek kelima, terkait dengan perlunya perhatian khusus pada kasus TB resisten obat dan aspek yang keenam adalah mengenai perlunya membuat program khusus untuk penyakit atau keadaan yang juga khusus," katanya.

Aspek ketujuh terkait dengan optimalisasi sistem pencatatan pelaporan dari berbagai jenis fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta. "Ke delapan, perlunya pengaturan pelayanan pasien TB dalam kaitan dengan program BPJSKesehatan," katanya

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK Agus Suprapto mengatakan bahwa pemerintah terus menggencarkan sosialisasi mengenai penyakit tuberkulosis. Agus menambahkan, pada saat ini pemerintah terus berupaya mengintensifkan program pengendalian TB melalui gerakan temukan dan obati sampai sembuh (TOSS)

"Gerakan TOSS TB ini merupakan suatu bentuk kampanye yang bertujuan untuk bergerak bersama menemukan kasus tuberkulosis," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile