Jumat 02 Dec 2022 17:05 WIB

Erick Thohir Dinilai Layak Cawapres 2024 karena Miliki Jaringan Luas

Jaringan ekonomi Erick Thohir berhasil tersambung hingga ke tingkat internasional.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Christiyaningsih
...
Foto: ASDP
Menteri BUMN Erick Thohir dinilai merupakan calon wakil presiden (cawapres) potensial karena miliki jaringan luas hingga tingkat internasional. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri BUMN Erick Thohir dinilai merupakan calon wakil presiden (cawapres) potensial karena latar belakang ekonomi dan mempunyai jaringan luas. Pengamat Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang Leo Agustino melihat elektabilitas Erick Thohir di sejumlah lembaga survei bersaing dengan nama-nama nasional lainnya. 

"Erick dinilai memiliki modal potensial besar untuk dapat maju sebagai cawapres pada Pemilu 2024 serta mempunyai bekal yang bagus untuk menatap Pilpres. Terutama dalam mendorong pertumbuhan perekonomian Tanah Air," paparnya belum lama ini.

Baca Juga

Salah satunya, tambah Leo, yakni menyoal jaringan ekonomi Erick Thohir yang berhasil tersambung hingga ke tingkat internasional. "Kondisi demikian tentu akan mampu menciptakan dampak positif nyata terhadap pertumbuhan perekonomian Tanah Air," katanya.

Menurut Leo, dengan kapasitasnya saat ini Erick diyakini memiliki jaringan internasional yang tidak sedikit. Terlebih dia beberapa kali mendapat amanah penugasan internasional.

"Saya pikir beliau mempunyai jejaring luar yang tidak sedikit," tutur Leo.

Leo menyebut kekuatan Erick Thohir dalam sektor ekonomi pasti akan sangat dibutuhkan oleh Indonesia. Erick Thohir melalui kemampuannya itu dinilai dapat membangun sinergi ekonomi Indonesia dengan negara-negara lainnya.

Kelebihan Erick tentu bisa membuat Indonesia terhindar dari ancaman resesi ekonomi yang diprediksi bakal segera datang, dengan demikian dapat membuat perekonomian Tanah Air menjadi lebih stabil. "Kita tahu betul bagaimana ke depan Indonesia ini harus berintegrasi dengan ekonomi global," terang Leo.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement