Kamis 07 Dec 2023 08:12 WIB

Geram Lihat Alung, Orangtua Fitria Harap Pembunuh Anaknya Dihukum Berat

Di hadapan polisi, tersangka mengaku tak berniat membunuh Fitria.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Agus raharjo
Tampang Rahmat Agil alias Alung (20 tahun), pria di Bogor yang membunuh pacarnya dengan membekap korban di dalam hotel, lalu meninggalkan jasad korban dalam sebuah ruko di Jalan Dokter Sumeru, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.
Foto: Republika/Shabrina Zakaria
Tampang Rahmat Agil alias Alung (20 tahun), pria di Bogor yang membunuh pacarnya dengan membekap korban di dalam hotel, lalu meninggalkan jasad korban dalam sebuah ruko di Jalan Dokter Sumeru, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR— Kedua orang tua korban pembunuhan di Bogor bernama Fitria Wulandari (22 tahun), berharap pembunuh anaknya dihukum seberat-beratnya. Orang tua korban pun merasa geram melihat sosok Rahmat Agil alias Alung (20), yang selama ini memacari Fitria sebelum membunuhnya.

Ayah korban, Iwan Irawan (43), berharap Alung bisa mendapatkan hukuman yang setimpal. Bahkan bila perlu diberi hukuman seumur hidup.

Baca Juga

“Saya sih pengennya (pelaku) dihukum seberat-beratnya. Istilahnya yang setimpal perbuatan dianya. Bila perlu seumur hidup. Memang sih kalau orang tua dulu nyawa dibayar nyawa. Itu saja,” kata Iwan kepada Republika.co.id, Rabu (7/12/2023).

Iwan pun mengaku geram ketika melihat Alung dan mendengar pengakuannya ketika dihadirkan dalam konferensi pers Polresta Bogor Kota pada Selasa (6/12/2023). Di hadapan polisi dan awak media, tersangka mengaku tidak berniat membunuh kekasihnya yakni Fitria.

“Saya sih memang geram ada. Tapi mau gimana lagi? Memang saya ada sedikit kesal sama tersangka waktu ada di kantor polisi. Tapi ya untungnya saya bisa tahan. Sekarang sudah ditangani pihak polisi, saya serahin aja ke kepolisian,” tegasnya.

Sama halnya dengan ibu korban, Trisna Marliani (43), berharap Alung bisa diberi hukuman setimpal karena telah membunuh anak perempuan satu-satunya. Padahal, selama menjadi pacar anaknya, tersangka terlihat seperti anak yang baik.

“Saya pribadi maunya nyawa dibayar nyawa ya, itu kalau saya nggak ngelihat hukum, dia juga harus seperti itu lagi. Saya pengennya hukuman yang setimpal sesuai apa yang dia lakukan dengan anak saya,” ujarnya.

Di samping itu, ia juga berserah kepada Allah SWT agar Alung mendapat hukuman yang setimpal di dunia dan akhirat. Termasuk hukum alam di dunia, seperti dalam kehidupan sehari-hari.

“Mudah-mudahan hukumannya setimpal. Balik lagi ke YME kita serahkan semuanya ke Allah SWT. Soalnya benar-benar sakit. Kalau dipaksain juga ya nggak dibayangin kehilangan anak saya secepat itu tanpa ada firasat apa-apa,” ucapnya.

Sebelumnya, diberitkan Polresta Bogor Kota telah mengungkap bahwa Rahmat Agil alias Alung (20 tahun), membunuh pacarnya, Fitria Wulandari (22), dan meninggalkan jasadnya dalam sebuah ruko di Jalan Dokter Sumeru, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Padahal sebelumnya Alung mengaku bahwa ia cekcok dengan korban, lalu korban loncat dari motor hingga terluka.

Piala Dunia U-17 Indonesia mulai berlangsung sejak 10 November hingga 2 Desember 2023. Segera beli dan dapatkan tiket resmi pertandingan Piala Dunia U-17 di Jakarta, Bandung, Solo, dan Surabaya
di laman https://www.tickets-u17worldcup.com/matches

Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
اِذْ تَمْشِيْٓ اُخْتُكَ فَتَقُوْلُ هَلْ اَدُلُّكُمْ عَلٰى مَنْ يَّكْفُلُهٗ ۗفَرَجَعْنٰكَ اِلٰٓى اُمِّكَ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ ەۗ وَقَتَلْتَ نَفْسًا فَنَجَّيْنٰكَ مِنَ الْغَمِّ وَفَتَنّٰكَ فُتُوْنًا ەۗ فَلَبِثْتَ سِنِيْنَ فِيْٓ اَهْلِ مَدْيَنَ ەۙ ثُمَّ جِئْتَ عَلٰى قَدَرٍ يّٰمُوْسٰى
(Yaitu) ketika saudara perempuanmu berjalan, lalu dia berkata (kepada keluarga Fir‘aun), ‘Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya?’ Maka Kami mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati. Dan engkau pernah membunuh seseorang, lalu Kami selamatkan engkau dari kesulitan (yang besar) dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan (yang berat); lalu engkau tinggal beberapa tahun di antara penduduk Madyan, kemudian engkau, wahai Musa, datang menurut waktu yang ditetapkan,

(QS. Taha ayat 40)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement