
Jumat , 18 Nov 2016, 14:26 WIB
Trump Tunjuk Jenderal Anti-Muslim Sebagai Penasihat Keamanan

Kamis , 17 Nov 2016, 14:37 WIB
Sanders Desak Trump Pecat Bannon karena Dianggap Rasial

Kamis , 17 Nov 2016, 11:25 WIB
Pemimpin Eropa Khawatir Trump Berteman Baik dengan Rusia
Rabu , 16 Nov 2016, 14:57 WIB
Tiga Tim NBA akan Berhenti Menginap di Trump Hotel

Selasa , 15 Nov 2016, 18:40 WIB
Pasca-Trump Terpilih, Gay Yahudi Takut Ditembak Mati
Selasa , 15 Nov 2016, 18:35 WIB
Muslim, Yahudi dan Gay, Sasaran Kebencian Tertinggi di Amerika

Selasa , 15 Nov 2016, 18:31 WIB
Masa Depan Muslim AS Diprediksi Memburuk di Era Trump

Selasa , 15 Nov 2016, 17:42 WIB
Chicago Tegaskan Lindungi Pengungsi Setelah Trump Menang

Selasa , 15 Nov 2016, 16:09 WIB
Kemenlu: Tak Ada Ancaman kepada WNI di Amerika

Senin , 14 Nov 2016, 11:30 WIB
Trump Janji tak Ambil Gaji Presiden

Ahad , 13 Nov 2016, 10:55 WIB
Pengunjuk Rasa Anti-Trump: Tak Semua Orang Meksiko Buruk

Ahad , 13 Nov 2016, 10:49 WIB
Bukan Hanya Muslim, Warga Kulit Hitam AS Juga Jadi Sasaran Kebencian

PM Australia Malcolm Turnbull Bicara dengan Donald Trump
REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA -- Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull telah menggambarkan pembicaraannya dengan Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump terbuka, konstruktif dan membicarakan hal-hal praktis, Kamis (10/11). Turnbull berbicara dengan Trump lewat telepon dari kantornya di Gedung Parlemen di Canberra, dan meyakinkan warga Australia persekutuan dengan Amerika Serikat akan tetap kuat selama bertahun-tahun ke depan. "Kami mendiskuskkan pentingnya terus berlanjutnya kehadiran Amerika...

Sabtu , 12 Nov 2016, 10:01 WIB