8 Tanda Kesehatan Usus Sedang Terganggu

Beragam tanda akan muncul apabila kesehatan usus sedang terganggu.

www.freepik.com.
Beragam tanda akan muncul apabila kesehatan usus sedang terganggu.
Rep: Adysha Citra Ramadani Red: Nora Azizah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mikrobioma usus diketahui berhubungan dengan hampir seluruh aspek kesehatan, mulai dari kesehatan mental hingga fungsi imun. Oleh karena itu, penting untuk bisa mengenali beragam tanda yang muncul bila kesehatan usus sedang terganggu.

Baca Juga


Gangguan pada kesehatan usus bisa memunculkan beragam gejala. Akan tetapi, sebagian gejala yang muncul bisa tak berkaitan dengan pencernaan, sehingga sulit dikenali.

Menurut beberapa ahli, ada delapan tanda yang bisa menjadi petunjuk mengenai kondisi kesehatan usus. Berikut ini adalah kedelapan tanda tersebut, seperti dilansir RealSimple, Rabu (28/12/2022).

 

Lebih Mudah Marah

Ahli gastroenterologi, Aditya Sreenivasan MD, mengatakan usus bisa mengirimkan sinyal ke otak bila sedang dalam kondisi  kurang baik. Usus mengirimkan sinyal ini dengan menggunakan neuron atau sel-sel saraf yang bertanggung jawab dalam mengirimkan sinyal ke seluruh tubuh. Oleh karena itu, masalah pencernaan juga bisa memicu timbulnya masalah suasana hati, seperti mudah marah dan cemas.

 

Lelah Tanpa Sebab

Rasa lelah yang terus-menerus muncul meski tubuh telah mendapatkan tidur yang cukup, bisa jadi disebabkan oleh masalah pada usus. Salah satunya adalah masalah penyerapan gizi di usus.

Ketika usus tak menyerap nutrisi dari makanan dengan baik, kadar energi akan ikut terganggu. Selain itu, ketidakseimbangan mikrobioma di usus juga dapat memicu timbulnya keluhan seperti lelah akibat brain fog, mental terbebani, serta gangguan daya ingat.

 

Sakit Kepala

Penyerapan gizi yang tak optimal di usus juga dapat memicu terjadinya sakit kepala. Keluhan ini mungkin berkaitan dengan peradangan dan hubungan antara otak dan usus menurut studi dalam The Journal of Headache and Pain.

"Migrain adalah kondisi yang sedikit lebih rumit, tetapi ada hubungan antara migrain dan nyeri perut," jelas Dr Sreenivasan.

Hubungan tersebut dikenal sebagai abdominal migrain. Abdominal migrain terjadi ketika seseorang mengalami migrain dan nyeri perut di waktu yang sama.

 

Sembelit atau Kembung

Masalah kesehatan usus, mulai dari ketidakseimbangan mikroba hingga disfungsi pencernaan umum, bisa memicu konstipasi dan kembung menurut ahli gizi Johanna Salazar MS RDN. Bila mengalami keluhan ini, coba perhatikan makanan atau minuman yang dikonsumsi selama 48 jam berikutnya. Bila sembelit dan kembung masih berlangsung lebih dari tujuh hari, Salazar menganjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

 

Bau Napas

Kesehatan usus yang bermasalah juga bisa memunculkan kondisi napas bau. Ketika kotoran tak dibuang dengan baik, seperti dalam kasus sembelit, akan terjadi penumpukan toksin di dalam tubuh. Penumpukan ini yang nantinya memicu napas berbau tak sedap.

 

Frekuensi BAB Berubah

Orang-orang yang mengalami perubahan frekuensi buang air besar juga perlu mewaspadai adanya masalah kesehatan usus. Terlebih, bila perubahan frekuensi buang air besar ini disertai dengan beberapa gejala lain atau perubahan frekuensi buang air besar sampai mengganggu aktivitas.

 

Jadi Sensitif Terhadap Makanan Tertentu

Masalah usus juga dapat memicu timbulnya sensitivitas pada makanan tertentu. Hal ini berkaitan dengan permeabilitas sel-sel yang melapisi usus. Normalnya, jarak antarsel di lapisan usus bersifat semipermeabel, sehingga zat gizi dan cairan dari makanan bisa masuk ke pembuluh darah.

Namun terkadang, jarak antarsel tersebut bisa terlalu besar. Kondisi tersebut memungkinkan partikel makanan yang lebih besar atau bakteri bisa masuk ke dalam aliran darah dan memicu peradangan menurut Salazar.

Kondisi ini dapat berkontribusi pada terjadinya sensitivitas terhadap makanan tertentu yang kemudian memicu gejala pencernaan, seperti kembung, perut bergas, diare, sembelit, hingga mual. Gejala yang muncul juga bisa tak berkaitan dengan pencernaan, seperti sakit kepala, brain fog, dan muncul ruam kulit.

 

Gangguan pada Kulit

Ada banyak hal yang bisa memicu peradangan kulit, termasuk alergi dan stres. Pemicu lain yang mungkin jarang disadari adalah masalah usus. Masalah usus bisa memicu gejala pada kulit karena adanya hubungan antara sistem imun dengan mikrobioma usus.

Menurut studi dalam jurnal Microorganisms, ketidakseimbangan mikrobioma usus dapat mengubah respons imun tubuh. Kondisi ini dapat berakibat pada munculnya masalah kulit seperti jerawat dan ketombe. Konsumsi makanan tertentu juga dapat memicu masalah kulit.

"Konsumsi banyak makanan olahan dan bergaram dapat memicu bengkak serta peradangan di seluruh tubuh Anda, termasuk kulit," ungkap Dr Sreenivasan.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Berita Terpopuler