Pesawat E-2 Diserang Houthi, Kapal Induk AS Kehilangan Perlindungan Hingga Rentan Dirudal
Pesawat E-2 dirancang untuk memberikan informasi intelijen.
REPUBLIKA.CO.ID, SAN'A — Angkatan Bersenjata Yaman (YAF) dilaporkan berhasil menargetkan pesawat komando dan kontrol E-2 milik kapal induk AS USS Harry S. Truman, sumber senior pemerintah Sana'a mengatakan kepada Al Mayadeen pada Ahad (31/3/2025).
Menurut sumber tersebut, kapal induk itu kehilangan kemampuan komando setelah serangan. Sementara itu, Gedung Putih dan Departemen Pertahanan AS (Pentagon) telah meluncurkan penyelidikan atas insiden tersebut.
Pesawat E-2 yang menjadi target Houthi dirancang untuk memberikan informasi intelijen penting tentang potensi ancaman yang dihadapi oleh kapal perang tersebut selama operasi militer. Meskipun tidak secara langsung berpartisipasi dalam serangan, pesawat ini memainkan peran penting dalam pengawasan dan pelacakan.
Pesawat tersebut, yang dioperasikan oleh lima awak—termasuk dua pilot dan tiga spesialis radar—kehilangan perlindungan defensifnya, sehingga lebih rentan terhadap serangan rudal dan pesawat tak berawak Yaman.
Targetkan Bandara Ben Gurion
Sebelumnya, Angkatan Bersenjata Yaman juga mengumumkan bahwa mereka telah menargetkan Bandara Ben Gurion milik Israel di wilayah Tel Aviv yang diduduki, juru bicara Brigadir Jenderal Yahya Saree mengumumkan.
Saree menyatakan, dalam operasi militer tersebut, YAF menggunakan rudal balistik Zulfiqar dan berhasil mencapai tujuannya. Saree menambahkan, serangan terbaru tersebut dilakukan untuk mendukung rakyat Palestina dan Perlawanan mereka.
Juru bicara tersebut menunjukkan, YAF menegaskan kembali kegagalan agresi AS dalam mencegah Yaman melanjutkan dukungannya bagi rakyat Palestina.
Ia menekankan bahwa puluhan serangan udara harian (di Yaman) tidak akan menghalangi angkatan bersenjata untuk memenuhi tugas mereka. Saree menggarisbawahi bahwa operasi Yaman terhadap Israel akan terus berlanjut hingga agresi di Gaza berhenti dan blokade yang diberlakukan di daerah kantong Palestina itu dicabut.
Sirene dibunyikan di seluruh Israel bagian tengah dan al-Quds pada tengah hari pada hari Minggu setelah peluncuran rudal dari Yaman. Puing-puing juga ditemukan di Modi'in dan Tel Aviv.
Menurut Channel 12 Israel, dua orang terluka di Gush Dan. Seorang wanita keluar dari kendaraannya ketika sirene berbunyi dan jatuh ke dalam lubang sedalam lima meter, sementara orang lainnya mengalami cedera kepala di Tel Aviv saat menuju tempat perlindungan.