Begini Akibatnya Jika Pengidap Sindrom Munchausen tidak Lekas Ditangani

Sindrom munchausen ialah gangguan psikologis yang membuat seseorang pura-pura sakit.

Andrew Jansen/The Springfield News-Leader via
Gypsy Rose Blanchard berbicara dengan pengacaranya Mike Stanfield, kanan, dan Clate Baker sebelum hadir di pengadilan, 5 Juli 2016, di Springfield, Mo. Blanchard, wanita Missouri yang mengaku meyakinkan pacar daringnya untuk membunuh ibunya yang kejam setelah dipaksa berpura-pura selama bertahun-tahun menderita leukemia, distrofi otot, dan penyakit serius lainnya, akan dibebaskan bersyarat pada Kamis, 28 Desember 2023.
Rep: Shelbi Asrianti Red: Friska Yolandha

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sosok Gypsy Rose Blanchard yang kasus kriminalnya menggemparkan dunia pada 2016 silam telah dibebaskan dari penjara pada Kamis (28/12/2023). Gypsy Rose didakwa bersalah oleh pengadilan karena membunuh ibunya, Clauddine "Dee Dee" Blanchard, sekitar Juni 2015.

Baca Juga


Ada alasan kuat mengapa Gypsy Rose tega mengakhiri hidup ibunya. Selama bertahun-tahun, dia menjadi korban aksi Dee Dee yang memiliki masalah mental 'sindrom munchausen secara proksi'. Dee Dee selalu menyebut Gypsy Rose mengidap berbagai penyakit.

Sang ibunda kerap menyebarkan informasi bahwa Gypsy Rose mengidap beragam penyakit, seperti leukimia, kanker, dan epilepsi. Gypsy Rose dipaksa menggunakan kursi roda, rambutnya dicukur hingga botak, bahkan harus makan dari selang khusus.

Sindrom munchausen secara proksi (munchausen syndrome by proxy) yang diidap oleh Dee Dee merupakan salah satu bentuk dari sindrom munchausen. Ada perbedaan mendasar dari sindrom munchausen dengan sindrom munchausen secara proses. 

Dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan RI, sindrom munchausen merupakan kondisi gangguan psikologis yang membuat seseorang berpura-pura sakit. Dia dengan sengaja menciptakan gejala penyakit tertentu, menyebut dirinya sakit, lalu mengeluh dan membesar-besarkannya.

Bedanya dengan sindrom munchausen secara proksi, seseorang akan memalsukan atau menyebabkan penyakit pada sosok yang dirawatnya, misalnya anak. Kondisi inilah yang dilakukan Dee Dee terhadap Gypsy Rose, dengan tujuan mendapat perhatian, rasa iba, dan simpati orang lain.

Nama 'munchausen' untuk sindrom ini diambil dari nama seorang bangsawan Jerman, Baron Munchausen, yang menjadi terkenal karena menceritakan kisah-kisah liar dan sulit dipercaya. Yang jelas, kondisi psikologis sindrom munchausen berbahaya jika dibiarkan. 

Situs resmi Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) mengulas bahwa pengidap sindrom ini bisa melakukan banyak hal dalam kepura-puraan penyakit dirinya atau orang lain dalam tanggungannya. Sebagai contoh, Gypsy Rose yang dipaksa makan dan beraktivitas seperti orang sakit parah, serta akan dihukum jika berani menolak.

Orang dengan sindrom munchausen....

 

 

Orang dengan sindrom munchausen bisa menjadi sangat manipulatif. Dalam kasus yang paling serius, pengidapnya mungkin menjalani operasi yang menyakitkan dan terkadang mengancam nyawa, meskipun mereka tahu bahwa hal tersebut tidak diperlukan.

Sindrom munchausen sangat kompleks dan kurang terdiagnosis. Beberapa faktor telah diidentifikasi sebagai kemungkinan penyebab sindrom munchausen. Ini termasuk trauma emosional atau penyakit selama masa kanak-kanak, gangguan kepribadian, juga dendam pada figur otoritas atau profesional kesehatan.

Ada dua kelompok yang cenderung mengidap sindrom munchausen, meski para pakar belum mengetahui penyebabnya. Mereka adalah perempuan berusia 20-40 tahun yang memiliki latar belakang di bidang kesehatan, serta pria kulit putih berusia 30-50 tahun yang belum menikah.

Dalam ulasannya, NHS mengatakan bahwa mengobati sindrom munchausen bisa menjadi cukup sulit karena kebanyakan pengidapnya menolak mengakui bahwa mereka memiliki masalah psikis ini. Mereka juga menolak bekerja sama menerapkan rencana penanganan.

Apabila pengidap sindrom ini tidak mengaku bahwa ia berbohong, sebagian besar ahli sepakat bahwa dokter yang bertanggung jawab atas perawatan mereka harus meminimalkan kontak medis. Jika seseorang mengakui perilakunya, selanjutnya bisa dirujuk ke psikiater untuk penanganan lebih lanjut. 

Sayangnya, belum ada pengobatan standar untuk sindrom Munchausen. "Namun, kombinasi psikoanalisis dan terapi perilaku kognitif (CBT) telah menunjukkan keberhasilan dalam mengendalikan gejalanya," tutur NHS.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Berita Terpopuler