REPUBLIKA.CO.ID,KABUL--Afghanistan sudah menjadi kuburan baru bagi pasukan sekutu yang dipimpin Amerika Serikat. Setiap hari, pasukan sekutu berjatuhan menjadi korban serangan pejuang Taliban.
Hari ini, Ahad (8/8) dikabarkan setidaknya lima tentara pasukan sekutu tewas di Afghanistan Selatan. Satu prajurit tewas oleh bom rakitan dan dua lagi akibat serangan pejuang Taliban pada Sabtu.
Dua prajurit Denmark juga tewas pada Sabtu sesudah tank mereka menghantam bom jalanan saat patroli di Provinsi Helmand. Ledakan itu mencederai tiga tentara lain, dua di antaranya terluka parah. Sekitar 750 tentara Denmark berada dalam pasukan sekutu atau ISAF dan bertugas di Helmand di bawah kepemimpinan Inggris. Tigapuluh empat tentara Denmark tewas di Afghanistan sejak pengerahan mereka dimulai.
Kematian itu membuat jumlah tentara asing tewas di Afghanistan pada tahun ini menjadi 422 orang, seperti ditulis kantor berita Prancis AFP berdasarkan perhitungan laman mandiri icasualties.org. Pada 2009, 520 tentara kehilangan nyawa dalam menghadapi perlawanan pejuang Taliban yang menjadikannya sebagai tahun paling mematikan bagi pasukan asing.
NATO dan Amerika Serikat menugaskan hampir 150.000 tentara di negeri terkoyak perang itu, dengan 30.000 ditempatkan di jantung Taliban di provinsi selatan, Helmand dan Kandahar.
Peningkatan jumlah korban tewas menjadi berita buruk bagi Washington dan sekutunya, yang pemilihnya semakin putus asa oleh korban dalam perang di tempat jauh itu, yang tampak berkepanjangan dan tak berujung. Mayoritas tentara asing dari 43 di negara itu tewas akibat bom pinggir jalan atau IED, yang ditanam pejuang Taliban.