Kamis 28 Oct 2010 01:23 WIB

Majelis Umum PBB Serukan Penghentian Embargo ke Kuba

Fidel Castro
Fidel Castro

REPUBLIKA.CO.ID,NEW YORK--Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (MU PBB) pada Selasa (26/10) menyetujui rancangan resolusi yang menyerukan agar Amerika Serikat segera menghentikan embargo perdagangan yang telah berlangsung sepuluh tahun terhadap Kuba. Rancangan resolusi itu disetujui oleh 192 anggota Majelis Umum dengan 187 suara mendukung, dua lainnya menentang dan tiga absen.

Hal itu untuk ke-19 kalinya secara berturut-turut Majelis Umum menyetujui resolusi dengan suara mayoritas mengecam embargo terhadap Kuba. Resolusi, yang bertajuk "perlunya menghentikan embargo ekonomi, perdagangan dan keuangan yang dikenakan oleh AS terhadap Kuba" itu diprakarsai oleh Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Aduardo Rodriguez Parrilla.

AS, yang memberlakukan blokade terhadap Kuba sejak awal tahun 1960-an ketika hubungan diplomatik kedua negara putus, menyatakan menentang rancangan resolusi itu bersama Israel. Resolusi, yang tidak mengikat itu, menyerukan AS untuk mencabut atau membatalkan undang-undang itu secepat mungkin.

Sementara itu, resolusi juga menegaskan seruan sebelumnya kepada negara-negara "untuk menahan diri dari menyebarkan dan menerapkan hukum dan langkah-langkah" yang tidak sesuai dengan kewajiban mereka untuk menegaskan kembali kebebasan perdagangan dan navigasi.

sumber : Ant
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement