Rabu 16 Jun 2010 20:55 WIB

Ujian Penerimaan Mahasiswa Perparah Kemacetan di Jalan Ciputat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Penyelenggaraan Ujian Penerimaan Mahasiswa Baru di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mengakibatkan Jalan Ciputat Raya mengalami kemacetan parah.

"Arah Ciputat menuju Pasar Jumat maupun sebaliknya padat merayap," kata Perwira Siaga Traffic Management Centre (TMC) Polda Metro Jaya, AKP Sugeng Budiono, di Jakarta, Rabu pagi (16/6).

Sugeng memaparkan, kondisi padat merayap di Jalan Ciputat Raya tersebut terjadi sejak sekitar pukul 06.00 WIB.

Sementara Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko mengatakan, kepadatan mulai terasa dari depan Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) di daerah Pasar Jumat.

"Kemacetan kian bertambah saat kendaraan dari arah Pasar Jumat akan masuk ke kampus UIN," katanya.

Ia juga memperkirakan jumlah kendaraan menuju Ciputat dan sebaliknya akan bertambah karena kehadiran kendaraan calon mahasiswa baru dengan kendaraan lain yang biasa melintas di jalan tersebut.

Saat ini, petugas baik dari Polres Jakarta Selatan maupun Polsek Ciputat telah ditempatkan di setiap persimpangan untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas.

Pada Rabu (16/6) ini, sebanyak 57 perguruan tinggi di berbagai daerah di Indonesia menggelar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri.

Ujian tersebut akan berlangsung selama 4 hari. Khusus untuk hari ini, para calon mahasiswa menghadapi ujian Tes Potensi Akademik dan Tes Bidang Studi Dasar.

Di wilayah DKI Jakarta terdapat tiga perguruan tinggi negeri yang menyelenggarakannya, yaitu Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement