REPUBLIKA.CO.ID, Wanita memiliki kebutuhan yang beragam untuk merawat tubuhnya, dari masalah kecantikan hingga kesehatan organ reproduksi. Beberapa wanita menganggap menjaga kecantikan lebih penting dari merawat organ reproduksi, sehingga wanita abai, bahkan tidak tahu bila sedang mengalami pendarahan menstruasi berlebih.
Padahal, sekitar 52 persen wanita mengalami pendarahan menstruasi berlebih. Umumnya perempuan yang mengalami menstruasi berlebih mengeluarkan darah lebih dari 80 mL (1 sendok makan = 15 mL) atau menggunakan satu pembalut atau lebih setiap jamnya.
Ciri seorang wanita yang mengalami perdarahan menstruasi berlebih biasanya merasa lemas dan sulit melakukan kegiatan harian secara maksimal. Hal itu terjadi karena wanita tersebut kekurangan darah atau anemia.
Menurut Prof. Brian Affandi, dosen Obstetri dan Ginekologi di Universitas Indonesia, pengobatan untuk pendarahan menstruasi berlebih dapat diatasi dengan prosedur pembedahan, seperti pengangkatan rahim, pengikisan emdometriu. Ada pula pengobatan secara medis seperti obat anti pembekuan darah, progestogen, dan pengunaan alat kontrasepsi.
"Masalah perdarahan berlebih ini harus segera ditangani dan dicari tahu penyebabnya," ujar Prof Brian, Senin (20/4).
Bila tidak segera mendapat tindakan, perdarahan menstruasi berlebihan membuat dampak negatif secara fisik, emosional, seksual, dan sosial. Seperti tubuh yang mudah lelah, tekanan emosional, disfungsi seksual, hingga komunikasi di kehidupan sosial.