Kamis 21 May 2015 15:37 WIB
Pansel KPK

Komnas Perempuan Apresiasi Penunjukan Pansel KPK, tapi…

Rep: C36/ Red: Bayu Hermawan
Gedung KPK
Foto: Yogi Ardhi
Gedung KPK

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Yuniarti Chuzaifah, mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo terkait penunjukan sembilan anggota panitia seleksi (Pansel) Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Namun, Komnas Perempuan mengingatkan agar penunjukan jangan sampai menimbulkan peluang diskriminasi gender.

"Pada dasarnya kami mengapresiasi keputusan Presiden Jokowi yang mempercayakan posisi penting kepada sejumlah perempuan. Kami juga melihat, nama-nama terpilih memiliki independensi yang baik," jelasnya kepada ROL, Kamis (21/5).

Menurut Yuniarti, sembilan perempuan terpilih telah memenuhi proporsi kebutuhan KPK. Latar belakang profesi mereka dinilai bisa berkontribusi secara positif untuk KPK.

"Kami berharap, pansel komisioner KPK benar-benar bisa menjaga integritas dan bersungguh-sungguh menjaga amanat KPK. Sebab, tetap ada peluang diskriminasi gender dalam penunjukan ini," tegasnya.

Diskriminasi yang dimaksud terkait dengan masih adanya tradisi masyarakat yang kerap menyalahkan perempuan. Jika para perempuan pansel tidak bisa menjaga integritas, mereka berpeluang besar menjadi tumpuan kesalahan.

"Jangan sampai persoalan yang terjadi di KPK nantinya, menjadi bahan untuk menyalahkan perempuan secara umum. Pansel harus waspada dan bersungguh-sungguh," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi  mengumumkan nama-nama anggota pansel komisioner KPK. Nama yang diumumkan terdiri dari sembilan orang perempuan dengan berbagai latar belakang profesi.

Beberapa profesi tersebut antara lain pakar hukum tata negara, pakar hukum pidana ekonomi, ahli psikologi sumber daya manusia (SDM), Sosiolog dan ahli tata kelola pemerintah.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement