Jumat 19 Aug 2011 04:51 WIB

Serangan Udara Israel Tewaskan Enam Orang di Gaza

REPUBLIKA.CO.ID,RAFAH--Serangan udara Israel di kota Rafah, Jalur Gaza selatan, menewaskan enam orang, Kamis, kata beberapa petugas medis Palestina. Serangan itu dilakukan hanya beberapa jam setelah serangan-serangan mematikan di Israel selatan. Sumber-sumber militer mengkonfirmasi bahwa serangan udara dilakukan di Gaza setelah tiga serangan di Israel selatan yang menewaskan sedikitnya tujuh orang.

Kepala pelayanan darurat Hamas di Jalur Gaza, Adham Abu Selmiya, mengatakan dalam sebuah pernyataan, enam orang tewas dalam serangan pasukan Zionis terhadap sebuah rumah di Rafah.Seorang wartawan foto AFP dan beberapa saksi mengatakan bahwa Kamal al-Nayrab, sekretaris jendral Komite Perlawanan Rakyat, sebuah kelompok pejuang militan yang bermarkas di Gaza, termasuk di antara korban yang tewas dalam serangan itu.

Dalam pernyataan kepada wartawan setelah serangan itu, Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak mengkonfirmasi, kelompok tersebut menjadi sasaran serangan militer. "Pasukan Pertahanan Israel (IDF) akan terus bertindak dengan segala kekuatan dan bahkan kini serangan-serangan IDF menghujani Komite Perlawanan Rakyat di Gaza ketika kami berbicara," katanya.

Serangan-serangan itu dilakukan ketika militer Israel berusaha menguasai keadaan di Israel selatan setelah sedikitnya tiga serangan menewaskan tujuh orang. Insiden terakhir itu juga menandai peningkatan kekerasan antara Israel dan pejuang Palestina di Gaza.

Bulan lalu terjadi kenaikan dalam serangan roket dan proyektil lain yang ditembakkan dari Gaza ke Israel, mengakhiri bulan-bulan tenang setelah meletusnya kekerasan pada April ketika sebuah rudal anti-tank menghantam bis sekolah Israel, yang menewaskan seorang remaja. Israel membalas serangan itu dengan gempuran udara yang menewaskan sedikitnya 19 orang Palestina dalam kekerasan mematikan sejak ofensif 22 hari di Gaza pada Desember 2008 hingga Januari 2009.

Israel meluncurkan perang 22 hari itu dengan dalih untuk menghentikan serangan-serangan roket dan mortir. Jumlah serangan dari wilayah kantung Palestina itu mengalami penurunan dramatis sejak perang itu, meski sepanjang tahun 2010 hampir 200 roket ditembakkan ke Israel, kata militer.

sumber : antara/AFP
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement